Presiden Prabowo Subianto Dua Kali Cek Korban Bencana Alam ke Aceh

Prabowo Tinjau Korban Bencana Alam
Sumber :
  • Istimewa

VIVA — Langkah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh mendapat apresiasi besar dari kalangan akademisi. 

Tommy Kurniawan Bandingkan MBG dengan Jepang dan Inggris

Kunjungan kedua dalam waktu yang berdekatan ini dinilai mencerminkan keseriusan pemerintah pusat dalam memastikan penanganan bencana berjalan nyata, cepat, dan tanpa hambatan birokrasi.

Dr. Iswadi, akademisi sekaligus Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia, menilai kehadiran Presiden di tengah masyarakat Aceh memiliki makna kuat bagi korban bencana. 

Program MBG Tetap Jalan, Presiden Prabowo Akui Tutup 3.000 Dapur yang Asal-Asalan

Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk kepemimpinan langsung yang menunjukkan bahwa negara hadir ketika rakyat sedang berduka.

"Ini bukan kunjungan seremonial. Presiden Prabowo datang untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar ditangani. Negara hadir, dan rakyat merasakannya," ujar Iswadi dalam keterangannya, Senin 8 Desember 2025.

Prabowo Tindak Tegas! 3.000 Dapur Makan Bergizi Gratis Ditutup, Publik Diminta Ikut Mengawasi

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai wilayah Aceh dilanda bencana hidrometeorologi yang menyebabkan banjir luas, akses jalan terputus, kerusakan fasilitas publik, hingga ribuan warga mengungsi. 

Kondisi tersebut membuat koordinasi penanganan harus dilakukan cepat, responsif, dan berbasis fakta lapangan.

Prabowo Tinjau Korban Bencana Alam

Photo :
  • Istimewa

Iswadi menekankan bahwa kunjungan langsung Presiden memberikan perspektif nyata bagi pemerintah pusat dalam mengukur tingkat kerusakan, menilai kebutuhan masyarakat, serta mendengar langsung keluhan para pengungsi. 

Presiden dapat melihat sendiri jembatan yang rusak, wilayah yang terisolasi, hingga fasilitas vital yang lumpuh.

Selain itu, langkah ini dinilai membuka ruang percepatan koordinasi lintas sektor mulai dari BNPB, TNI, Polri, kementerian, hingga pemerintah daerah agar bantuan logistik, layanan kesehatan, obat-obatan, air bersih, perlengkapan darurat, serta evakuasi berjalan tanpa penundaan.

"Kehadiran Presiden memberi pesan tegas bahwa Aceh tidak sendiri. Kami berharap kunjungan ini mempercepat pemulihan dan rekonstruksi, terutama akses jalan dan infrastruktur yang menjadi nadi ekonomi masyarakat," lanjut Iswadi.

Ia juga mengingatkan, fase penanganan bencana tidak boleh berhenti pada respons darurat. Aceh membutuhkan peningkatan ketahanan mitigasi jangka panjang melalui penataan tata ruang, penguatan early warning system, revitalisasi daerah aliran sungai, dan pembangunan infrastruktur yang siap menghadapi cuaca ekstrem.

Iswadi memastikan dunia pendidikan tinggi di Aceh siap terlibat memberi riset, data, hingga masukan ilmiah untuk pemerintah. Kolaborasi menjadi kata kunci untuk menghadapi bencana yang semakin tidak terduga.

Halaman Selanjutnya
img_title