Tommy Kurniawan Bandingkan MBG dengan Jepang dan Inggris

Program MBG
Sumber :
  • Pemprov Jateng

VIVA - Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, Tommy Kurniawan, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Jepang, China, dan Amerika Berebut Dominasi Teknologi, Siapa Terdepan?

Menurut Tommy, sejumlah program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemerataan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat telah menunjukkan manfaat yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Ia menilai program-program tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional yang bertujuan memperkuat fondasi ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.

Penjualan Naik Drastis Tembus 40 Negara, Joint Venture Mustika Ratu Jepang Berbuah Manis

“Seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto dijalankan secara terintegrasi untuk memperkuat ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Ini patut diapresiasi,” kata Tommy Kurniawan dalam keterangannya, Jumat 19 Juni 2026.

MBG Bantu Keluarga Berpenghasilan Rendah

Baterai 7.000 mAh dan Kamera 50 MP, Oppo Reno 15A Resmi Meluncur Jelang Kehadiran Reno 16

Tommy menyoroti Program Makan Bergizi Gratis yang belakangan menjadi perhatian publik dan mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Menurutnya, program tersebut perlu dilihat secara objektif karena telah memberikan manfaat kepada jutaan penerima, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Ia mencontohkan sejumlah kelompok masyarakat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti petani, pedagang keliling, buruh bangunan, hingga pekerja sektor informal yang merasakan manfaat dari program tersebut.

“Program ini membantu meringankan beban keluarga sekaligus memastikan kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ujarnya.

Meski demikian, Tommy mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah tantangan. Ia menilai hal tersebut wajar mengingat program tersebut masih berada pada tahap awal implementasi dan membutuhkan proses penyempurnaan.

Negara Maju Pernah Menghadapi Kendala Serupa

Tommy mengatakan berbagai negara yang saat ini memiliki program makan sekolah yang sukses juga pernah menghadapi persoalan pada masa awal pelaksanaannya.

Ia mencontohkan Jepang yang sempat mengalami kasus darurat pangan dan insiden keracunan makanan sebelum akhirnya berhasil membangun sistem pemenuhan gizi sekolah yang menjadi rujukan dunia.

Finlandia juga disebut pernah menghadapi penolakan akibat persoalan anggaran sebelum program serupa dapat berjalan secara efektif. Sementara itu, India melalui program Mid-Day Meal Scheme sempat menghadapi tantangan berupa kasus keracunan makanan dan persoalan tata kelola.

Halaman Selanjutnya
img_title