Terisolasi dari Kota, Desa di Garut Ini Mendadak Punya Listrik Mandiri 25 Ribu Watt!

Aliran Listrik
Sumber :
  • Pinterest

VIVA - Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang memanfaatkan aliran air Curug Rahong di Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, resmi beroperasi. 

img_title Hati-hati Kejahatan Siber, Hanya Beberapa Menit Uang dalam rekening Bisa Raib

Pembangkit ini memiliki kapasitas daya hingga 25.000 watt untuk menunjang kebutuhan energi masyarakat di wilayah pelosok Garut Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Infrastruktur berbasis energi terbarukan tersebut memutar kincir menggunakan debit air Curug Rahong, yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik. 

img_title Tim Sancang Polres Garut, Ringkus Pelaku Pembobol 20 Rumah Kosong

Aliran listrik yang dihasilkan saat ini difungsikan untuk mendanai penerangan fasilitas publik, antara lain pondok pesantren, madrasah, dan penerangan jalan umum (PJU) di wilayah setempat.

Peresmian Fasilitas dan Skema Pengembangan Wilayah

img_title Luar Biasa, 76 Ribu Butir Obat Keras Berhasil Disita Polsek Bayongbong

Peresmian PLTMH Curug Rahong berlangsung pada Jumat, 4 September 2026. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak hadir secara langsung di lokasi untuk meninjau operasional kincir air tersebut.

Maruli menyatakan bahwa proyek Mikro Hidro di Curug Rahong berpotensi menjadi acuan pengembangan energi terbarukan di wilayah pedalaman lainnya. 

Ia menambahkan, ekspansi proyek serupa memerlukan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga aparatur penegak hukum.

Pemerintah daerah bersama jajaran Kodim, Polres, dan Kejaksaan Tinggi direncanakan bakal memetakan potensi pengembangan energi terbarukan secara terpadu. 

Fokus pemetaan program tersebut menyasar wilayah Garut hingga Tasikmalaya guna mendukung program pemenuhan energi nasional.

Dampak Operasional PLTMH bagi Masyarakat Lokal

Kepala Desa Sukajaya, Pujarsono, mengonfirmasi bahwa operasional kincir air tenaga hidro ini memberikan dampak langsung terhadap ketersediaan pasokan listrik warga, khususnya di area yang berjarak jauh dari pusat perkotaan.

Pihak pemerintah desa berharap pemeliharaan fasilitas PLTMH Curug Rahong dapat berjalan secara berkelanjutan. 

Selain itu, model pemanfaatan aliran sungai ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki karakteristik geografis serupa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemanfaatan potensi alam Curug Rahong menjadi salah satu acuan optimalisasi sumber daya lokal di Garut Selatan. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi perluasan cakupan energi terbarukan di kawasan terpencil.