Bulog Jabar Salurkan Beras dan Minyak untuk 3,3 Juta Warga, Ini Rinciannya

Bantuan Beras Bulog Jabar
Sumber :
  • Istimewa

VIVA — Bulog Kanwil Jawa Barat menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai bantuan pangan untuk warga berpenghasilan rendah di seluruh wilayah Jawa Barat. 

NasDem Jabar Tancap Gas OTW Pemilu 2029, Jualan 8 Program

Program Bantuan Pangan Tahap II telah berjalan sejak 30 Oktober 2025 dan masih terus disalurkan secara bertahap.

Program bantuan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan penyerahan simbolis kepada penerima manfaat melalui pemerintah daerah dan aparat kewilayahan setempat.

Jawa Barat Diduga Kehilangan Pajak Air Tanah Miliaran Rupiah, Ini Temuan Pakar ITB

Total sekitar 3,3 juta warga Jawa Barat menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per keluarga dalam penyaluran tahap ini.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat, Nurman Susilo, memastikan ketersediaan beras di Jawa Barat sangat mencukupi hingga memasuki musim panen raya tahun depan.

Konflik Tanah Belum Usai, Ini 5 Masukan Penting untuk Badan Bank Tanah

Bantuan Beras Bulog Jabar

Photo :
  • Istimewa

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik atau khawatir akan isu kelangkaan beras.

Program bantuan pangan, menurut Nurman, merupakan bagian dari instrumen pemerintah dalam mengelola cadangan beras sekaligus membantu meringankan kebutuhan penerima dan menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

126.435 Ton Beras Sudah Digelontorkan di Jawa Barat

Berdasarkan proyeksi BPS 2025, jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 50.759.000 jiwa dengan konsumsi rata-rata 4 juta ton beras per tahun atau 334.502 ton per bulan.

Perum Bulog Jawa Barat mencatat penyaluran bantuan pangan Oktober–November mencapai 66.850 ton, ditambah penyaluran Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 59.585 ton, sehingga total 126.435 ton beras telah disalurkan, setara 37,8% dari kebutuhan konsumsi beras bulanan di Jawa Barat.

Intervensi ganda melalui Banpang (permintaan) dan SPHP (pasokan) diharapkan efektif menjaga stabilitas harga beras dan membantu pengendalian inflasi hingga akhir tahun 2025.