Prabowo Tindak Tegas! 3.000 Dapur Makan Bergizi Gratis Ditutup, Publik Diminta Ikut Mengawasi
- Kantor Staf Presiden
VIVATechno – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk penyimpangan dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam upayanya menjaga transparansi, Kepala Negara bahkan membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat, kepala daerah, hingga anggota dewan untuk ikut mengawasi secara langsung.
Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat membacakan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/2026).
Presiden Minta Publik dan Pejabat Daerah Lakukan Sidak
Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran pejabat untuk bersikap terbuka dan mempersilakan pihak luar melakukan pemeriksaan mendalam ke fasilitas-fasilitas dapur program MBG di berbagai wilayah Indonesia.
"Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota dewan DPR, bupati di mana-mana silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak saudara-saudara," ujar Presiden Prabowo dengan nada lantang di hadapan anggota paripurna.
Langkah ini diambil demi memastikan bahwa salah satu program prioritas nasional tersebut berjalan sesuai dengan standar gizi dan keadilan sosial yang telah ditetapkan, tanpa adanya kebocoran anggaran atau maladminstrasi.
Akui Evaluasi Besar-Besaran: Lebih dari 3.000 Dapur Resmi Ditutup
Di sisi lain, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program berskala masif ini masih menghadapi berbagai tantangan operasional di lapangan.
Sebagai bentuk evaluasi dan pembenahan sistem, pemerintah bahkan telah mengambil tindakan ekstrem dengan menutup ribuan dapur yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi.
"Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur," ungkap Prabowo secara transparan.
Presiden menegaskan bahwa program krusial yang menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ini tidak boleh dikelola dengan cara yang amatir atau tidak benar.
Jangkau 62,4 Juta Penerima, Target Berikutnya 500 Ribu Lansia
Kendati menghadapi dinamika evaluasi, program MBG dinilai berjalan sangat masif dan menjadi implementasi nyata dari amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.
Hingga saat ini, program Makan Bergizi Gratis tercatat telah menyalurkan manfaat kepada 62,4 juta penerima setiap harinya. Cakupan tersebut meliputi kelompok rentan yang membutuhkan intervensi gizi spesifik, di antaranya: