Sumedang Jadi Model Revitalisasi Pendidikan Nasional di Era Prabowo

revitalisasi sekolah dan pendirian Unit Sekolah
Sumber :
  • Istimewa

VIVA - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mengapresiasi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dan pendirian Unit Sekolah Baru (USB).

Danantara Indonesia Transformasi Jumbo 258 BUMN, Ultimatum Presiden

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Umum PP Persis, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag, usai peresmian revitalisasi satuan pendidikan dan USB Persis jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK tahun 2026 di Ma’had Al-Asma, Sumedang, Sabtu (24/1/2026). 

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Prof. Atip Latipulhayat, SH., LL.M., Ph.D., dan dihadiri Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Adlia.

Tommy Kurniawan Bandingkan MBG dengan Jepang dan Inggris

Jeje menyatakan kebijakan pemerintah yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dapat dimaksimalkan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Ini menunjukkan arah kebijakan politik nasional yang serius meningkatkan mutu pendidikan. Persis sebagai bagian dari bangsa turut berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Jeje.

Program MBG Tetap Jalan, Presiden Prabowo Akui Tutup 3.000 Dapur yang Asal-Asalan

Ia menambahkan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan diharapkan mampu membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing, sekaligus memperkuat nilai keagamaan dan peradaban bangsa.

Wamendikdasmen Prof. Atip Latipulhayat mengatakan pendirian Unit Sekolah Baru dan revitalisasi sekolah merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 tentang percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

“Pembangunan dan revitalisasi sekolah bukan hanya membangun gedung, tetapi menyiapkan masa depan bangsa. Ini investasi strategis untuk mencetak generasi unggul dan kompetitif secara global,” kata Atip.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut dilatarbelakangi kondisi infrastruktur pendidikan nasional yang masih membutuhkan modernisasi. Pemerintah menerapkan strategi swakelola untuk mempercepat pembangunan sarana pendidikan.

“Alhamdulillah, sistem swakelola berjalan baik dan mempercepat realisasi pembangunan sekolah,” ujarnya.

Atip juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memastikan pendidikan nasional semakin maju dan berkeadilan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Adlia mengatakan pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan sangat menunjang proses belajar mengajar dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan pembangunan sarana pendidikan di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.*

Halaman Selanjutnya
img_title