Isu Perumahan Global Antar Siswa Indonesia Raih Penghargaan Internasional

Asia Youth International Model United Nations 20th
Sumber :
  • Istimewa

VIVATechno - Delegasi Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS) menorehkan prestasi di ajang internasional Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-20 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 16–19 Januari 2026.

img_title Bukan Sekadar Sosialisasi, Polres Garut Cetak Pioner Paham AI di Kalangan Pelajar

Dalam forum simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diikuti delegasi muda dari berbagai negara tersebut, salah satu siswa CRIBS, Anaya Sumarwoto, meraih penghargaan Best Position Paper. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penghargaan ini diberikan kepada peserta dengan karya position paper terbaik berdasarkan ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, serta relevansi solusi kebijakan global.

img_title Sony Music Malaysia Rilis Single Luqman Podolski Sentuh Sisi Gelap Hubungan Keluarga

Anaya tampil sebagai delegasi negara Monaco dalam komite United Nations Development Programme (UNDP). 

Ia mengangkat isu krisis perumahan yang tidak hanya berdampak pada harga properti, tetapi juga terhadap stabilitas sosial dan tata kelola perkotaan, khususnya bagi kelompok pekerja esensial seperti tenaga kesehatan dan pendidik.

img_title Laptop Kuliah Tak Harus Mahal, ASUS Vivobook Go 14 Jadi Pilihan Menarik untuk Mahasiswa 2026

Dalam paparannya, Anaya merancang konsep kebijakan PRUTÉGE (Protection of Residential Units for the Essential & General Employment), yakni skema perlindungan hunian bagi pekerja esensial agar tetap dapat tinggal dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. 

Konsep tersebut dinilai sejalan dengan mandat UNDP yang menitikberatkan pada pembangunan inklusif dan perlindungan sosial.

Kepala SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Sandra Susanto, mengatakan partisipasi dalam AYIMUN merupakan bagian dari strategi sekolah dalam membangun kompetensi global siswa.

“Keikutsertaan dalam forum internasional seperti AYIMUN menjadi ruang pembelajaran nyata untuk melatih diplomasi, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi isu global,” kata Sandra, dalam keterangannya Rabu 21 Januari 2026.

Anaya menjelaskan bahwa pencapaiannya didukung oleh proses persiapan akademik yang sistematis, mulai dari riset berbasis data dari dokumen resmi PBB, jurnal ilmiah, hingga sumber pemerintah negara yang diwakili. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh data tersebut dipetakan ke dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) sebelum disusun dalam position paper.

Selain Anaya, delegasi CRIBS yang mengikuti AYIMUN 20th terdiri dari Syifa Alizah Putri Afandy, Rafania Bulan Salsabilla, Adia Prajna Dharma, Kinanti Sakalaguna Prasetyo, Kayshara Audry Ataniya, Muhammad Qaidhu Ilman Umaternate, Adrian Aprio Kiemas, Gusti Ammarasya Wirananggapati, Radithya Budiananta, dan Muhammad Arfa Renanda Wibawa.

Halaman Selanjutnya
img_title