Danantara Indonesia Transformasi Jumbo 258 BUMN, Ultimatum Presiden

Danantara Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Langkah transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. 

Pendampingan PNM Diklaim Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga

Upaya konsolidasi sejumlah entitas BUMN tersebut dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional melalui tata kelola yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa dari total 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. 

Yoga Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tren Baru Gaya Hidup Urban Makin Menguat

Selain itu, sekitar 300 entitas lainnya disebut sedang dalam proses dan akan segera menyusul.

Menurut Rosan, langkah konsolidasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memperbesar daya saing perusahaan-perusahaan milik negara di tengah tantangan ekonomi global.

PosAja UMKM Meluncur di Android, Buka Toko Online dengan Pengiriman Lebih Cepat

Selain melakukan konsolidasi, Danantara juga tengah menjajaki pengembangan sektor-sektor ekonomi baru yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi, seperti pariwisata, event olahraga, dan industri kreatif.

Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Prof. Dr. Marihot Manullang, menilai kebijakan konsolidasi BUMN merupakan langkah strategis dalam menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih efektif dan efisien.

Menurut Marihot, penyederhanaan struktur perusahaan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan sekaligus mengurangi tumpang tindih fungsi yang selama ini berpotensi terjadi antarentitas BUMN.

"Kami mengapresiasi terobosan ini karena konsolidasi yang dilakukan Danantara merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing BUMN. Dengan struktur yang lebih ramping dan terintegrasi, BUMN akan lebih fokus menjalankan fungsi bisnisnya dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional," kata Marihot dalam keterangannya, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia juga menilai pengembangan sektor pariwisata, olahraga, dan industri kreatif relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan yang semakin bertumpu pada inovasi dan penciptaan nilai tambah.

Pengembangan Sektor Baru Dinilai Punya Efek Berganda

Pandangan serupa disampaikan Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi. Ia menyebut langkah Danantara menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi secara menyeluruh.

Menurut Iswadi, kebijakan yang dijalankan Danantara mencerminkan visi jangka panjang pemerintah untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan kompetitif.

Halaman Selanjutnya
img_title