Generator Raksasa PLTP Patuha Unit 2, Proyek Listrik 55 MW Masuk Fase Krusial
- Istimewa
VIVA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2 berkapasitas 1 x 55 megawatt (MW) memasuki salah satu fase penting setelah generator utama berhasil dimobilisasi menuju lokasi proyek di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Generator tersebut merupakan komponen utama dalam sistem pembangkit karena berfungsi mengubah energi mekanik dari putaran turbin menjadi energi listrik.
Kehadirannya menandai proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bergerak menuju tahap berikutnya sebelum proses pengujian (commissioning) hingga pengoperasian komersial.
Sebelum kedatangan generator, proyek telah melalui sejumlah tahapan konstruksi, mulai dari pekerjaan persiapan lahan, pembangunan fondasi, pemasangan struktur baja, pembangunan power house, hingga instalasi berbagai fasilitas pendukung.
Mobilisasi Generator Dilakukan dengan Persiapan Teknis Berlapis
Proses pengangkutan generator dilakukan menggunakan armada khusus Over Dimension Heavy Cargo (ODHC) mengingat bobot komponen mencapai ratusan ton.
Perjalanan dimulai dari Gerbang Tol Soreang menuju lokasi PLTP Patuha Unit 2 dengan menggunakan prime mover dan multi-axle. Kecepatan kendaraan dibatasi sekitar 5 kilometer per jam, sehingga perjalanan membutuhkan waktu sekitar dua hari.
Sepanjang proses mobilisasi, pengangkutan mendapat pengawalan aparat kepolisian, petugas perhubungan, serta ambulans yang disiagakan di sepanjang rute.
Tidak hanya itu, perusahaan juga melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait kondisi jalan dan jembatan yang akan dilalui.
Salah satu rekayasa teknis yang diterapkan adalah metode Foot on Bridge, yaitu pemasangan pelat baja sementara di atas permukaan jembatan untuk membantu mendistribusikan beban kendaraan sehingga tetap berada dalam batas aman struktur.
Metode tersebut diterapkan di sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi, termasuk saat melintasi Jembatan Cipadaruum.
Konsultasi dengan Warga dan Pengawasan Keselamatan
Sebelum proses pengangkutan berlangsung, PT Geo Dipa Energi (Persero) menyatakan telah melakukan serangkaian persiapan, mulai dari inspeksi generator, pemeriksaan armada, pengecekan kondisi kesehatan pengemudi dan awak kendaraan hingga konsultasi dengan masyarakat di sejumlah desa sekitar proyek, yakni Sugihmukti, Alamendah, dan Panundaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan rencana mobilisasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat selama proses pengangkutan berlangsung.