Kesehatan Perempuan Masuk Era AI, POGI Ingatkan Teknologi Kontrol Etika

AI Kesehatan
Sumber :
  • Pinterest

VIVA – Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menjadikan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penurunan angka kematian ibu (AKI), hingga pemerataan layanan kesehatan reproduksi sebagai fokus utama dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) POGI XXVIII yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, pada 16–22 Juli 2026.

img_title Kuliah Umum Web3 di Samarinda Hadirkan Pakar Industri Kripto

Forum ilmiah tahunan tersebut mengusung tema "Integrating Innovation and Equity: Advancing Women's Health in the Era of Artificial Intelligence", yang membahas berbagai tantangan pelayanan kesehatan perempuan di tengah perkembangan teknologi digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AI Berpotensi Tingkatkan Layanan, tetapi Harus Berlandaskan Etika

img_title Bongkar Setup Trading Otomatis: Cara Pantau Ribuan Aset Kripto dalam Hitungan Detik

Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG., Subsp. F.E.R., MPH., FRANZCOG (Hons)., FICRM., mengatakan pemanfaatan AI dan big data dapat membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan reproduksi apabila diterapkan sesuai kaidah etik dan regulasi.

Menurutnya, transformasi digital perlu diarahkan untuk memperkuat pemantauan kesehatan perempuan sejak masa prakehamilan, kehamilan, persalinan, hingga menopause melalui berbagai inovasi digital yang tengah dikembangkan organisasi profesi tersebut.

img_title 3 Syarat Mutlak Agar Uang di Bank Dijamin Sepenuhnya oleh LPS

Selain pemanfaatan teknologi, PIT POGI XXVIII juga mengangkat isu komorbiditas non-obstetrik yang memengaruhi kehamilan, pencegahan anemia, suplementasi mikronutrien, penurunan stunting, serta percepatan eradikasi kanker serviks.

Penurunan Angka Kematian Ibu Masih Menjadi Agenda Strategis

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, POGI juga mengumumkan SPRIN National Award 2026, penghargaan bagi cabang maupun individu yang dinilai berkontribusi dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan stunting.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan proses penilaian yang melibatkan tim independen dan pakar lintas sektor dengan melihat implementasi program di daerah.

Pada tahun ini, POGI Jawa Timur ditetapkan sebagai peraih juara pertama SPRIN National Award 2026. Penghargaan diberikan atas kolaborasi POGI Surabaya dan POGI Malang dalam pelaksanaan program kesehatan maternal di Jawa Timur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain trofi penghargaan, pemenang memperoleh dana pengembangan program sebesar Rp100 juta.

Ketua POGI Jawa Timur 2 (Malang), Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, menyampaikan bahwa penurunan angka kematian ibu memerlukan sinergi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title