Sepak Bola Piala Soeratin U-15 di Garut Yang Berakhir Ricuh, Tak Kantongi Izin Polisi Setempat
- 1
Techno –Sepak bola U-15 yang mempertemukan tim kesebelasan Tasik Raya FC versus Banjar Patroman di stadion Jayaraga Garut, berakhir ricuh Sabtu 22 Agustus 2026 siang. Peristiwa itu terjadi usai peluit akhir berbunyi, beberapa pemain dari tim kesebelasan Tasik Raya FC melakukan pemukulan kepada salah seorang wasit.
Insiden tersebut viral setelah video amatirnya menyebar melalui media sosial, nampak dalam video berdurasi 50 detik tersebut wasit dikejar dari tengah lapang hampir ke tribun hingga akhirnya ditendang dan dipukul. Selain itu tim official dan panitia terlibat cekcok kerena diduga tidak profesionalnya penyelenggaraan pertandingan.
Manager Tim Sepak Bola Tasik Raya FC, Akbar Stepan Ilhami mengatakan Kericuhan sepak bola piala Soeratin U-15 diawali saat panitia lokal mengganti wasit tanpa pemberitahuan sejak awal.
Selanjutnya Tim Kesebelaaan Tasik Raya FC juga dirugikan dengan keputusan pengadilan lapangan, dengan memberikan jatah tendangan penalti kepada Tim Banjar Patroman.
" Padahal bukan pelanggraan murni,.melainkan tabrakan kiper dengan salah satu striker, " ujarnya, Minggu 23 Agustus 2026.
Disamping banyak kejanggalan dalam aturan permainan sepak bola Soeratin U-15, Tim Tasik Raya FC menilai penyelenggaraan sepak bola di Garut tidak profesional. Salah satunya, izin atau pemberitahuan penyelenggaraan sepak bola tidak dilakukan oleh panitia.
" Rangkaian pertandingan dari awal sampai akhir tidak ada pengamanan aparat kepolisian, " kata Akbar.
Sementara itu sejumlah pihak di Polres Garut saat di konfirmasi terkait kericuhan usai pertandingan sepak bola Sabtu siang kemarin, selurunya mengaku tidak tahu. Buntut dari tidak adanya pemberirahuan dan izin pengamanan polisi, penyelanggara pertandingan maupun panitia zona Prianhan Timur dan PSSI Kabupaten Garut kini sedang diminta klarifikasi.
" Tidak ada pemberitahuan maupun izin, maka sedang kami mintai klarifikasi, " kata salah satu PJU Polres Garut.