Wisatawan Talaga Bodas Garut dipalak, Seorang Pengunjung Mengaku Dipinta Bayar Rp 50 Ribu

Ilustrasi Obyek.Wisata Talaga Bodas Garut
Sumber :
  • 1

Techno –Setelah beberapa tahun lalu sempat viral adanya aksi pemalakan atau pungutan liar (pungli) dikawasan obyek wisara Talaga Bodas Wanaraja Garut, kembali terulang.

Kadis PUPR Garut Bantah, Biarkan Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Rusak

Kali ini, seorang wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Talaga Bodas, mengaku dimintai uang Rp 50 ribu untuk biaya ojek menuju tempat wisata.

Informasi adanta aksi pungli tersebut seorang pengunjung membagikan video aksi pungli melalui media sosial TikTok yang diunggah pada hari Kamis 20 Agustus 2026 kemarin. Dari narasi yang dibuat pengunjung tersebut mengaku telah menjadi korban pemalakan.

Bupati dan Kadis PUPR Garut Dipolisikan, Gegara Jalan "Butut"

" Kumaha pariwisata Garut maju pungli pagi siang @disparbudgarut @tehputri.karlina pagi bayar tiket masuk 2 orang + motor 50," kata pengunggah.

Dia juga menjelaskan bahwa siang waktu pulang ganti penjaga dipalak dengan konsep "saridona" (seikhlasnya) namun nomina tetap dipatok.

Motif Kasus Lansia Tewas Dihantam Batu, Masih Misterius

" Siang waktu pulang ganti penjaga dipalak hama berkonsep saridona bari di patok. Mending wisata kaluar baraya!!," kata pengunggah menambahkan.

Saat diamati video dugaan pratek pungli di obyek wisata Talaga Bodas berdurasi satu menit, Sabtu 22 Agustus 2026 petang, menunjukan adanya seorang pria tua yang memberhentikan wisatawan yang mengendarai sepeda motor. Dari perbincangan yang terjadi dalam video tersebut, terdengar jika pria tua tersebut meminta uang ojek kepada dua orang wisatawan yang berkendara dengan satu sepeda motor.

Pria itu mengatakan, jika sebenarnya motor dilarang untuk masuk ke kawasan Talaga Bodas. Namun, kedua wisatawan itu sudah terlanjur masuk dan harus membayar uang 'saridona' atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti seikhlasnya.

"Ojeknya A... Sebetulnya ini enggak bisa (bawa masuk motor), mau orang mana-orang mana juga. Karena ini tanggung sudah masuk, jadi silakan saja (bayar) seikhlasnya," ucap pria tua itu, dalam Bahasa Sunda.

Permintaan pria itu sempat dikeluhkan oleh wisatawan tersebut bahkan dia sempat berkilah, jika dirinya merupakan warga lokal,  bamun sang 'penjaga' berdalih jika tarif itu sama untuk semua orang tanpa terkecuali.

Di akhir video terlihat wisatawan dengan terpaksa memberikan segumpal uang pecahan rupiah yang tidak dijelaskan nominalnya kepada pria tersebut.

Sejak videonya diunggah di TikTok dua hari lalu, konten ini telah ditonton lebih dari 82 ribu pengguna dan mendapatkan lebih dari seribuan tanggapan kecewa dari warganet.

Halaman Selanjutnya
img_title