Kadin Jabar Punya Agenda Besar yang Bisa Ubah Lanskap Bisnis 2025–2030
VIVA – Pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat di Gedung Negara Cirebon menjadi panggung penting arah baru ekonomi Jawa Barat.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie secara resmi melantik Almer Faiq Rusydi sebagai Ketua Kadin Jabar, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Momen ini menandai babak baru kolaborasi dunia usaha dan pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerataan industri, dan penguatan kualitas SDM di Jawa Barat.
Anindya menegaskan bahwa kolaborasi solid antara pelaku usaha dan pemerintah adalah fondasi utama mengatasi tantangan ekonomi 2025–2030. Ia menekankan dua sektor kunci yang wajib menjadi prioritas.
Di antaranya pendidikan, kesehatan karena keduanya dianggap sebagai tulang punggung peningkatan daya saing sumber daya manusia di Jawa Barat.
“Kadin Jawa Barat harus segera menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi. Kolaborasi kuat adalah kunci percepatan pertumbuhan ekonomi, terutama melalui peningkatan pendidikan dan kesehatan,” ujarnya, Senin 1 Desember 2025.
Pelantikan Kadin Jabar
- Istimewa
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan perlunya percepatan kolaborasi Kadin untuk mendorong industrialisasi yang lebih merata di seluruh kabupaten/kota.
Dedi menyebut pemerintah sudah menyiapkan regulasi yang pro investasi, termasuk sektor industri yang kini tumbuh pesat di wilayah seperti Indramayu.
Ia menyoroti pentingnya pembentukan wirausahawan baru melalui pendidikan yang tepat.
“Wirausahawan itu lahir dari pendidikan yang memadai, bukan pelatihan singkat. Kadin harus jadi pelopor penyiapan manajer dan pekerja berkualitas,” tegasnya.
Ketua Kadin Jabar yang baru dilantik, Almer Faiq Rusydi, memastikan pihaknya siap menjalankan arahan Anindya dan Dedi Mulyadi.
Kadin Jabar berfokus pada tiga agenda utama yaitu memperkuat konsolidasi internal, mengawal arus investasi, membangun iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan.
Almer juga menyoroti pentingnya kemitraan strategis lintas sektor untuk mendorong industri hijau, SDM kompeten, serta akses pendidikan dan kesehatan yang lebih inklusif.
Kadin Jawa Barat menegaskan komitmennya menyusun program kerja terukur yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.*