Pos Indonesia Perkuat Jaringan 228 Negara Efisiensi Distribusi Logistik

Teknologi Logistik
Sumber :
  • Pinterest

VIVAPos Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya mendukung implementasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial. 

Beli Tablet Dapat Stylus Gratis? Cek Daftar Rekomendasi Terbarunya!

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan jaringan logistik nasional yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Sebagai perusahaan logistik milik negara yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, Pos Indonesia menyatakan kesiapan menjadi konsolidator jaringan logistik nasional. 

Peran ini ditujukan untuk menghubungkan berbagai pelaku industri melalui pemanfaatan infrastruktur bersama, integrasi teknologi, serta standardisasi layanan distribusi.

Stok Beras Nasional Tembus 5,4 Juta Ton, BULOG Waspada Risiko Penurunan Mutu

Executive Vice President Wholesale & International Business Pos Indonesia, Elan Pramudiansyah, mengatakan regulasi terbaru tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarpelaku industri logistik.

"Pos Indonesia siap menjadi mitra konsolidasi bagi perusahaan logistik, penyedia jasa third party logistics (3PL), maupun pelaku e-commerce dalam membangun jaringan distribusi yang lebih efisien, saling terhubung, dan berkelanjutan,” ujarnya.

iPad Mini A17 Pro vs Huawei MatePad Mini: Siapa Raja Tablet Ringkas 2026?

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menciptakan nilai tambah bagi seluruh pelaku ekosistem logistik nasional," tambah Elan.

Permen Komdigi Dorong Efisiensi 

Permen Komdigi Nomor 8 Tahun 2025 mengatur pengembangan layanan pos komersial yang lebih efisien melalui interkoneksi antarpenyelenggara, perluasan jangkauan layanan, peningkatan standar kualitas, serta penerapan tarif yang sehat dan berkeadilan.

Dalam implementasinya, kolaborasi antarpenyelenggara menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan utilisasi infrastruktur logistik yang sudah tersedia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pos Indonesia menawarkan skema Strategic Partnership yang memungkinkan perusahaan logistik, penyedia jasa 3PL, pelaku e-commerce, hingga pemilik barang (cargo owner) memanfaatkan jaringan logistik Pos Indonesia tanpa harus membangun infrastruktur baru.

Model kolaborasi ini diharapkan mampu menekan biaya investasi sekaligus mempercepat perluasan layanan distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini Pos Indonesia memiliki lebih dari 24.000 titik layanan yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota serta hampir seluruh kecamatan di Indonesia. 

Infrastruktur tersebut didukung armada multimoda, fasilitas pergudangan, layanan last-mile delivery, hingga platform digital yang telah terintegrasi.

Selain melayani kebutuhan distribusi domestik, Pos Indonesia juga memiliki konektivitas internasional yang mencakup 228 negara. 

Halaman Selanjutnya
img_title