Indonesia Pamer Model Keuangan Syariah di Forum D-8 Halal Expo 2026
- Istimewa
VIVA - Indonesia memperkuat posisinya dalam pengembangan industri halal global melalui peluncuran Halal Expo Indonesia (HEI) di Jakarta, Rabu.
Ajang ini menjadi bagian dari upaya mempererat perdagangan dan investasi halal di antara negara anggota Developing Eight (D-8) yang menargetkan nilai perdagangan intra-blok mencapai US$500 miliar pada 2030.
Dalam forum tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi salah satu institusi yang mempresentasikan pengalaman Indonesia dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif melalui sesi HEI Talk bertema Social Collateral, Real Impact Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance.
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa pembiayaan syariah tidak hanya berfungsi sebagai layanan keuangan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Presentasi tersebut disampaikan di hadapan delegasi sembilan negara anggota D-8, yakni Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, Azerbaijan, dan Indonesia.
Menurut Dodot, pendekatan pembiayaan yang diterapkan PNM dirancang agar mampu menciptakan dampak sosial sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Data PNM menunjukkan hingga saat ini program Mekaar telah melayani 16,1 juta nasabah melalui 58 kantor cabang yang tersebar di 36 provinsi dan menjangkau lebih dari 6.600 kecamatan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 74 persen nasabah melaporkan peningkatan pendapatan setelah bergabung dengan program Mekaar.
Selain itu, 72 persen menyatakan memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan rumah tangga, sementara 90 persen mengaku merasakan peningkatan kemandirian finan
PNM juga mencatat sejak 2017 program tersebut berkontribusi terhadap kenaikan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun, serta mendukung pertumbuhan ekspor pelaku usaha binaannya hingga melampaui US$3 miliar.
Model Social Collateral Jadi Perhatian Forum Internasional
Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah penerapan konsep social collateral, yakni mekanisme pembiayaan tanpa agunan fisik yang mengedepankan tanggung jawab kelompok.
Dalam praktiknya, anggota kelompok perempuan saling memberikan jaminan melalui pertemuan rutin setiap pekan.
Pendekatan ini dinilai selaras dengan prinsip tanggung renteng dalam sistem keuangan syariah karena menempatkan kepercayaan dan akuntabilitas komunitas sebagai fondasi pembiayaan.