Sawah Pintar Berbasis AI Diuji, Solusi Baru Hadapi Krisis Air dan Perubahan Iklim

AI dan IoT Bantu Petani Kelola Sawah Lebih Efisien
Sumber :
  • Istimewa

VIVATechno – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai diterapkan di sektor pertanian melalui uji coba Program Beras SAE AWD (Sustainable Agriculture Ecosystem – Alternate Wetting and Drying) yang berlangsung di Brebah, Kalurahan Jogotirto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

XLSMART dan REMIND Pasang Mesin Otomatis Pengumpul Sampah Gadget di ITB

Program yang diperkenalkan pada Juni 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi antara inovator pertanian IndraAgri dan BIOPS dengan dukungan Rabu Biru Foundation, GIZ German Cooperation, Hi Incubator, serta CAST Foundation.

Inisiatif ini menggabungkan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) dengan teknologi sensor digital, Internet of Things (IoT) dan AI untuk membantu petani dalam mengelola irigasi, pemupukan, serta pemantauan kondisi lahan secara lebih efisien dan berbasis data.

Tambah Jaringan Hingga 31 Diler, BYD Serbu Pasar Otomotif Jawa Barat!

Dalam implementasinya, sejumlah perangkat digital dipasang di area persawahan. 

Perangkat tersebut meliputi soil moisture sensor untuk mengukur kelembapan tanah, water level sensor untuk memantau tinggi muka air, automatic weather station untuk memantau kondisi cuaca, serta digital methane chamber yang digunakan untuk mengukur emisi gas rumah kaca dari lahan pertanian.

Bahaya Lupa Amankan Data Digital, Pakar Siber Ungkap Modus Peretasan Baru!

Data yang terkumpul dari berbagai sensor tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi AI. 

Hasil analisis digunakan untuk memberikan rekomendasi kepada petani terkait waktu pengairan, kebutuhan pemupukan, dan langkah pengelolaan lahan yang dinilai lebih tepat dan efisien.

Kecerdasan Buatan

Photo :
  • id.pinterest.com

Petani Sambut Positif Teknologi Pertanian Berbasis AI

Ketua Kelompok Tani Sedyo Makmur II, Sholikin, menyatakan penerapan teknologi tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung modernisasi sektor pertanian.

Menurutnya, penggunaan teknologi berbasis data berpotensi membantu petani menghemat penggunaan air, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

"Kami berharap teknologi ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani, mulai dari mengurangi biaya produksi, menghemat air, hingga meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani," ujarnya.

Inovator IndraAgri, Bagoes, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam sektor pertanian bukan bertujuan menggantikan peran petani. Sebaliknya, teknologi tersebut berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang didasarkan pada data lapangan.

Menurutnya, tantangan perubahan iklim dan kebutuhan menjaga ketahanan pangan nasional membutuhkan pendekatan baru yang lebih adaptif dan efisien.

Halaman Selanjutnya
img_title