BGN Minta Menu MBG Tidak Monoton, Luncurkan Aplikasi Reviu Kualitas
- Badan Gizi Nasional
BGN berencana membuka akses dashboard aplikasi ini kepada publik mulai Juni 2026, sehingga masyarakat luas dapat turut memantau laporan distribusi makanan, kualitas menu, serta tingkat keterlambatan pengiriman di berbagai daerah secara lebih transparan.
Sony mengakui bahwa selama satu tahun empat bulan pelaksanaan program MBG, sejumlah kejadian tidak diinginkan sempat terjadi, mulai dari siswa yang mengeluhkan sakit perut, pusing, muntah, hingga gatal-gatal yang memerlukan perawatan medis.
Ia menyebut kejadian-kejadian tersebut umumnya dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang seharusnya menjamin keamanan dan kualitas makanan sejak proses produksi di dapur hingga ke tangan penerima manfaat.
"BGN senantiasa berpikir bagaimana melakukan pengembangan sistem yang salah satunya terkait pencegahan kejadian menonjol MBG," ujar Sony.
Berdasarkan data dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara tingkat ketepatan waktu distribusi mencapai 97,95 persen dari seluruh laporan yang masuk.
BGN berharap sistem pengawasan berbasis aplikasi ini dapat menjadi tameng utama dalam mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus mendorong setiap SPPG untuk terus meningkatkan kreativitas dalam menyusun menu yang bergizi, beragam, dan sesuai dengan selera anak-anak di masing-masing daerah.**