IDAI Kritik Susu Formula di MBG, BGN Tegaskan Bukan Distribusi Massal
- Badan Gizi Nasional
VIVATechno – Polemik penggunaan susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat ke publik setelah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara terbuka menyuarakan kekhawatiran mereka kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui sebuah surat terbuka yang langsung memancing perhatian luas.
IDAI mempublikasikan surat terbuka tersebut melalui akun Instagram resminya di @idai_ig pada Kamis 21 Mei 2026, yang ditujukan langsung kepada Kepala BGN Dadan Hindayana beserta tiga wakil kepalanya.
Dalam surat itu, IDAI menyoroti kebijakan distribusi susu formula dalam program MBG yang dinilai berjalan tanpa pemeriksaan dokter dan tanpa indikasi medis yang jelas.
"Kebijakan distribusi susu formula massal yang berjalan hari ini, tanpa pemeriksaan dokter dan indikasi medis, berisiko membuat ibu-ibu Indonesia berhenti menyusui," demikian tertulis dalam surat terbuka yang telah dikonfirmasi Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso.
IDAI secara khusus menyoroti rekomendasi BGN yang memasukkan produk susu formula lanjutan dan formula pertumbuhan untuk anak usia enam bulan ke atas secara massal, yang dinilai bertentangan dengan regulasi yang sudah berlaku.
Ketua Satgas ASI IDAI Naomi Esthernita menjelaskan bahwa ASI bukan sekadar makanan biasa karena mengandung ratusan komponen bioaktif yang bekerja melindungi bayi dan anak, mulai dari zat kekebalan tubuh dari ibu, bakteri baik untuk usus, hingga sinyal pertumbuhan otak yang tidak bisa direplikasi oleh produk susu formula manapun.
IDAI merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang secara tegas mengatur bahwa susu formula hanya boleh diberikan atas rekomendasi dokter dan berdasarkan indikasi medis tertentu.
Organisasi tersebut juga menyebut Kementerian Kesehatan telah dua kali mengirimkan surat peringatan resmi kepada BGN terkait persoalan yang sama, namun belum ada perubahan kebijakan yang signifikan.
Merespons surat terbuka tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana langsung memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa narasi yang menyebut MBG membagikan susu formula bayi secara massal tidaklah tepat.
"BGN tidak membuka opsi pemberian susu formula bayi karena ingin tetap mengutamakan ASI. Mohon hal ini dipahami dengan cermat," ujar Dadan dalam keterangannya, Jumat 22 Mei 2026.