IDAI Kritik Susu Formula di MBG, BGN Tegaskan Bukan Distribusi Massal
- Badan Gizi Nasional
Dadan menjelaskan untuk bayi usia 0 hingga 6 bulan tidak ada intervensi formula bayi sama sekali dalam program MBG, karena pemerintah menempatkan ASI sebagai sumber nutrisi utama yang wajib diprioritaskan bagi kelompok usia tersebut.
Yang dibuka BGN hanyalah opsi formula lanjutan dan formula pertumbuhan, dan itupun bukan untuk dibagikan bebas, melainkan hanya dapat diberikan berdasarkan rekomendasi ahli gizi SPPG, bidan, atau tenaga kesehatan di puskesmas setempat.
"Artinya bukan untuk pengganti ASI, bukan untuk dibagikan bebas atau massal, bukan untuk promosi industri susu, dan hanya diberikan pada kasus tertentu serta waktu tertentu sesuai regulasi yang berlaku," tegasnya.
Dadan juga menyatakan kebijakan BGN sejalan dengan prinsip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta sejumlah regulasi nasional yang melindungi pemberian ASI eksklusif di Indonesia.
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menambahkan bahwa BGN membuka ruang bagi IDAI untuk memberikan masukan apabila ditemukan pelaksanaan program yang dinilai kurang tepat di lapangan, dan berjanji akan segera berkomunikasi langsung dengan IDAI untuk menyamakan pemahaman.
"Insyaallah minggu depan, secepatnya, kami akan berkomunikasi dengan IDAI supaya kita menyamakan pemahaman," ujar Sony.
Meski melayangkan kritik keras, IDAI menegaskan tetap mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperbaiki status gizi nasional dan menurunkan angka stunting di Indonesia, serta mendorong agar seluruh intervensi gizi yang dilakukan berbasis bukti ilmiah yang kuat dan tidak bertentangan dengan perlindungan hak menyusui bagi ibu dan bayi.**