Konflik Iran vs AS–Israel Picu Gejolak Rupiah dan Harga Energi

Berapa Nilai Tukar Rupiah Dolar Amerika
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVA - Konflik militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang pecah pada akhir Februari 2026 mulai memberi tekanan pada perekonomian global, termasuk Indonesia. 

Konflik Tanah Belum Usai, Ini 5 Masukan Penting untuk Badan Bank Tanah

Salahsatu dampak yang paling cepat terlihat adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang dipicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Sejumlah analis menyebutkan konflik di Timur Tengah membuat investor global cenderung mencari aset aman seperti dolar AS. Akibatnya, mata uang negara berkembang termasuk rupiah ikut tertekan.

Awas Zonk! Bahaya Tren 'Sunat Spesifikasi' Android Murah Bulan Ini

Rupiah Tertekan Mendekati Rp17.000 per Dolar

Pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas tinggi. Nilai tukar rupiah bahkan sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS, salah satu level terlemah dalam beberapa tahun terakhir.

Piala Dunia 2026 Bukan Sekadar Sepak Bola, Perang Data dan AI Dimulai

Tekanan tersebut dipicu oleh meningkatnya sentimen “risk off” di pasar global setelah perang Iran–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia.

Menurut analis pasar keuangan, rupiah sempat berada di kisaran Rp16.990 per dolar AS ketika harga minyak dunia menembus lebih dari 100 dolar per barel akibat konflik tersebut.

Meski begitu, pergerakan rupiah juga sempat mengalami penguatan terbatas ketika harga minyak turun dan sentimen pasar sedikit membaik, dengan nilai tukar berada di sekitar Rp16.851 per dolar AS.

Mengapa Konflik Timur Tengah Pengaruhi Rupiah?

Terdapat beberapa faktor yang membuat perang Iran–Israel berdampak langsung pada nilai tukar rupiah :

Lonjakan harga minyak dunia, gangguan jalur energi global seperti Selat Hormuz membuat harga minyak melonjak hingga di atas 100 dolar per barel.

Arus modal keluar dari pasar berkembang, ketidakpastian geopolitik membuat investor global memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS.

Kenaikan risiko ekonomi global, ketegangan geopolitik meningkatkan premi risiko dan memicu volatilitas pasar keuangan dunia.

Risiko Inflasi Indonesia Ikut Meningkat

Selain melemahkan rupiah, perang Iran Israel juga berpotensi mendorong inflasi di Indonesia. Hal ini terutama terjadi jika harga energi global terus naik dalam jangka panjang.

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya impor energi dan memicu kenaikan harga bahan bakar serta transportasi.

Halaman Selanjutnya
img_title