Konflik Iran vs AS–Israel Picu Gejolak Rupiah dan Harga Energi
- id.pinterest.com
Dalam skenario tertentu, inflasi global bahkan diperkirakan bisa naik sekitar 0,7 poin persentase akibat lonjakan harga energi.
Bank Indonesia juga memantau sejumlah komoditas strategis yang berpotensi memicu tekanan inflasi akibat konflik tersebut.
Di sisi lain, pemerintah menyebut inflasi domestik masih relatif terkendali menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, meskipun risiko global tetap harus diwaspadai.
Dampak Lanjutan bagi Ekonomi Indonesia
Jika konflik berlangsung lama, beberapa dampak lanjutan yang berpotensi terjadi antara lain :
- Kenaikan harga BBM dan energi
- Pelebaran defisit anggaran negara karena biaya subsidi energi meningkat
- Penurunan investasi akibat ketidakpastian global
- Para ekonom menilai stabilitas nilai tukar rupiah dan kebijakan moneter Bank Indonesia akan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik global.
Perang Iran–Israel tidak hanya berdampak pada stabilitas politik kawasan Timur Tengah, tetapi juga memberi efek domino terhadap ekonomi global.
Bagi Indonesia, dampak yang paling terasa adalah pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan potensi kenaikan inflasi akibat lonjakan harga energi.
Jika konflik berlanjut dan pasokan energi global terganggu, tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan harga komoditas dalam negeri berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan.*