Konflik Iran vs AS-Israel Intens, Serangan Rudal Kembali Bunyi di Israel
VIVA - Konflik militer antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel terus memanas pada hari ke-12 perang, Rabu 11 Maret 2026.
Serangan udara, rudal, dan drone masih terjadi di sejumlah wilayah Timur Tengah, sementara dampaknya mulai mengguncang keamanan regional dan pasar energi global.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pertama kali dimulai pada 28 Februari 2026, menargetkan berbagai fasilitas militer serta infrastruktur strategis di beberapa kota seperti Teheran, Isfahan, dan Kermanshah.
Sejak saat itu, konflik berkembang menjadi perang terbuka dengan saling serang antara kedua pihak serta ancaman meluas ke negara-negara kawasan Teluk.
Eskalasi Serangan Udara dan Rudal
Pada hari ke-12, laporan media internasional menyebut serangan udara AS dan Israel ke Iran terus berlangsung, sementara Teheran juga melakukan serangan balasan ke berbagai target regional.
Pentagon bahkan menyebut operasi terbaru sebagai serangan paling intens sejak perang dimulai, menargetkan fasilitas militer, jaringan rudal, hingga pusat komando Iran.
Di sisi lain, Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah lokasi termasuk pangkalan militer Amerika di Irak serta wilayah Israel.
Sirene peringatan udara kembali terdengar di beberapa kota Israel ketika sistem pertahanan udara berusaha mencegat proyektil yang datang.
Iran juga dilaporkan menyerang target di kawasan Teluk dan jalur pelayaran strategis, memperluas dampak konflik ke wilayah internasional.
Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur
Dampak perang semakin terasa bagi masyarakat sipil. Menurut laporan pejabat Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 1.300 warga sipil Iran dilaporkan tewas sejak serangan dimulai.
Serangan udara juga disebut telah menghantam ribuan bangunan sipil, termasuk fasilitas kesehatan dan infrastruktur penting. Sementara itu, korban juga terjadi di pihak lain.
Serangan Iran terhadap Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya 11 orang, sedangkan beberapa tentara AS juga dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka dalam konflik tersebut.
Di Teheran, warga melaporkan suara ledakan hampir setiap malam dan banyak penduduk memilih meninggalkan kota menuju daerah pedesaan untuk menghindari serangan udara.
Serangan Meluas hingga Jalur Energi Dunia