Harga BBM Selasa 10 Maret 2026, Cek Pertamina, Shell, Vivo dan BP
- id.pinterest.com
VIVA - Harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia mengalami penyesuaian sejak awal Maret 2026.
Penyesuaian harga terutama terjadi pada produk BBM non-subsidi yang dijual oleh operator seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, hingga Vivo Energy.
Per Selasa, 10 Maret 2026, harga BBM di sejumlah SPBU masih mengikuti penyesuaian yang diberlakukan sejak 1 Maret 2026 dan relatif stabil pada pekan kedua bulan ini.
Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan BioSolar masih dipertahankan pemerintah tanpa perubahan harga.
Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dipengaruhi oleh dinamika harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Pemerintah juga menyiapkan anggaran subsidi energi untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.
Daftar Harga BBM Pertamina per 10 Maret 2026
Berikut harga BBM Pertamina yang berlaku di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
- BioSolar (subsidi): Rp6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter.
Harga tersebut merupakan penyesuaian terbaru untuk BBM non-subsidi yang berlaku sejak awal Maret 2026.
Harga BBM Shell, BP-AKR, dan Vivo
Selain Pertamina, operator SPBU swasta juga melakukan penyesuaian harga BBM.
Harga BBM Shell
- Shell Super (RON 92): Rp12.390 per liter
- Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
Harga BBM BP-AKR
- BP 92: Rp12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp12.920 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
- Harga BBM Vivo Energy
- Revvo 92: Rp12.390 per liter
- Revvo 95: Rp12.930 per liter
- Diesel Primus: Rp14.610 per liter
Harga tersebut berlaku di sebagian besar wilayah Jabodetabek dan mengikuti penyesuaian yang dilakukan operator sejak awal Maret.
Faktor Penyebab Harga BBM Maret 2026
Penyesuaian harga BBM pada Maret 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus di atas US$100 per barel akibat ketegangan geopolitik global.
Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS. Kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh badan usaha penyedia BBM.
Pemerintah Indonesia menyatakan siap menambah alokasi subsidi energi jika harga minyak dunia terus meningkat agar harga energi tetap terjangkau masyarakat.**