Pentagon Akui 140 Tentara AS jadi Korban dalam Perang Iran

Update Perang Iran - Amerika Israel
Sumber :
  • Pinterest

VIVA - Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memanas pada Maret 2026. 

Peduli Korban Kapal Virgo Transport 8, Poles Garut Kunjungi Keluarga

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengonfirmasi bahwa sekitar 140 tentara Amerika Serikat mengalami luka-luka sejak perang dimulai, sebagian besar akibat serangan balasan rudal dan drone dari Iran di berbagai wilayah Timur Tengah.

Angka tersebut menjadi gambaran terbaru mengenai dampak konflik yang dimulai setelah serangan militer AS dan Israel terhadap target Iran pada akhir Februari 2026. 

23 Warga Jadi Korban, Desa Situsaeur Buka Posko Informasi

Hingga kini, sejumlah pangkalan militer dan fasilitas sekutu Amerika di kawasan Teluk juga menjadi sasaran serangan balasan Iran.

Pentagon Beberkan Jumlah Tentara AS jadi Korban

Viral Seorang Siswi SMP di Garut, Menjadi Korban Bulllying

Juru bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan bahwa dari sekitar 140 personel militer yang terluka, sebagian besar mengalami cedera ringan dan sudah kembali bertugas.

Ia menjelaskan bahwa 108 tentara telah kembali aktif bertugas, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan medis.

Delapan Tentara Mengalami Luka Berat

Pentagon juga mengungkapkan bahwa delapan tentara berada dalam kondisi luka serius dan sedang mendapatkan perawatan medis intensif.

Cedera tersebut diduga berasal dari paparan ledakan, serangan drone, maupun rudal yang menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah selama konflik berlangsung.

Selain korban luka, laporan militer Amerika juga menyebut beberapa tentara tewas dalam serangan Iran, termasuk serangan drone terhadap pangkalan militer di Kuwait dan Saudi Arabia pada awal konflik.

Konflik Iran Memasuki Pekan Kedua

Konflik Iran dimulai setelah operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap target militer Iran pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal balistik dan drone ke pangkalan Amerika dan sekutunya di Timur Tengah.

Serangan tersebut menargetkan beberapa lokasi strategis seperti Kuwait, Bahrain, dan Arab Saudi, termasuk fasilitas energi dan instalasi militer. 

Selain itu, Iran juga dilaporkan menyerang berbagai fasilitas militer dan diplomatik yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Ribuan Target Militer Diserang

Dalam operasi militer yang disebut sebagai Operation Epic Fury, militer Amerika mengklaim telah menyerang lebih dari 5.000 target militer di wilayah Iran selama hari-hari awal konflik.

Halaman Selanjutnya
img_title