Konflik Israel-AS vs Iran : Ekspansi Serangan Rudal dan Drone Meluas

Konflik Iran vs Amerika - Israel
Sumber :
  • Pinterest

VIVATechno - Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memanas hingga memasuki hari ke-12 pada 11 Maret 2026. 

img_title Piala Dunia 2026 Bukan Sekadar Sepak Bola, Perang Data dan AI Dimulai

Serangan balasan berupa rudal balistik dan drone dilaporkan terus terjadi di berbagai wilayah Timur Tengah, mulai dari Israel hingga negara-negara Teluk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran eskalasi perang regional yang lebih luas, terutama karena serangan juga menyasar pangkalan militer, fasilitas energi, serta jalur pelayaran strategis dunia.

img_title DPR Ingatkan Risiko Asimetris dalam ART, Indonesia Harus Waspada

Gelombang Serangan Rudal dan Drone Iran

Pada hari ke-12 konflik, Iran kembali melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan drone ke berbagai target di kawasan Timur Tengah. 

img_title DJI Osmo Pocket 4 Gagal Masuk AS, Apa Sebabnya?

Serangan tersebut termasuk ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait serta wilayah Israel.

Menurut laporan media internasional, serangan ini disebut sebagai bagian dari gelombang serangan ke-37 yang dilakukan Iran sejak konflik dimulai. 

Target serangan tidak hanya terbatas pada instalasi militer, tetapi juga lokasi strategis di kawasan Teluk yang memiliki kepentingan geopolitik tinggi.

Iran melancarkan serangan tersebut sebagai respons terhadap serangan udara besar yang sebelumnya dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah fasilitas militer di Iran.

Dalam konflik ini, sirene peringatan udara dilaporkan berbunyi di sejumlah kota di Israel setelah sistem pertahanan udara mencegat beberapa rudal yang ditembakkan dari Iran, meskipun sebagian proyektil dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan.

Konflik ini juga telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah Iran. Otoritas Iran menyebutkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas dan ribuan lokasi sipil terdampak sejak serangan dimulai.

Serangan Meluas ke Pangkalan dan Infrastruktur

Selain Israel, serangan drone juga dilaporkan menyasar fasilitas diplomatik Amerika Serikat di Irak. Sebuah drone dilaporkan menghantam kompleks diplomatik AS di Baghdad, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Serangan serupa juga terjadi di wilayah Teluk. Dua drone dilaporkan jatuh di dekat Bandara Internasional Dubai, yang menyebabkan gangguan besar terhadap operasional penerbangan di kawasan tersebut.

Akibat meningkatnya ancaman keamanan, sejumlah maskapai penerbangan internasional terpaksa membatalkan atau mengalihkan rute penerbangan di kawasan Timur Tengah. 

Gangguan ini bahkan disebut sebagai krisis penerbangan terbesar di wilayah tersebut sejak pandemi global.

Jalur Energi Global Ikut Terdampak

Konflik juga berdampak pada keamanan jalur energi dunia, terutama di Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting bagi perdagangan minyak global.

Beberapa kapal dagang dilaporkan terkena serangan proyektil dan drone laut di kawasan tersebut, menimbulkan kekhawatiran gangguan terhadap pasokan energi global.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk. Ketegangan di wilayah ini dapat memicu lonjakan harga energi dunia serta memengaruhi stabilitas ekonomi global. 

Risiko Eskalasi Perang Regional

Para analis memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi meluas karena keterlibatan kelompok milisi yang didukung Iran di berbagai negara Timur Tengah.

Sejumlah kelompok bersenjata di Irak dan Lebanon dilaporkan turut melakukan serangan terhadap target Amerika Serikat dan Israel, meskipun hingga kini belum terjadi perang regional secara penuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan membahas resolusi yang menuntut Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk guna mencegah eskalasi konflik lebih luas.*