MBG Pangkas Dana Pendidikan, Seskab Teddy Jawab Tegas
- Istimewa
Dukungan terhadap MBG, kata Said, dilandasi komitmen memperkuat kualitas generasi muda melalui intervensi gizi yang terukur dan berkelanjutan.
“Program ini diniatkan sebagai intervensi perbaikan gizi anak-anak. Jika DPR tidak mendukung, tentu tidak mungkin anggaran tersebut disetujui dalam APBN,” ujarnya.
Dengan demikian, pemerintah dan DPR memastikan bahwa alokasi pendidikan tetap terjaga sesuai amanat undang-undang, sementara program MBG berjalan sebagai kebijakan komplementer dalam penguatan kualitas sumber daya manusia.
Akademisi berharap masyarakat dapat memahami struktur penganggaran negara secara utuh agar tidak terjebak pada narasi yang menimbulkan kesalahpahaman.
Fokus ke depan, menurutnya, adalah memastikan kebijakan pendidikan dan program perbaikan gizi berjalan selaras dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.*