Dari Desa hingga Kota, Rumah Pendidikan Klaim Jangkau 51 Juta Murid

Kemendikdasmen
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Super Aplikasi Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat berbagai capaian nasional dan global dalam satu tahun sejak diluncurkan pada 21 Januari 2025.

Ini Tim yang Bakal Juara Piala Dunia berdasarkan Prediksi AI

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengatakan platform digital tersebut telah mencatat 31,5 juta kunjungan halaman (page views) dari 3,3 juta pengunjung unik selama satu tahun terakhir.

Selain itu, program pengimbasan digitalisasi pendidikan melalui Rumah Pendidikan telah melibatkan 1.068 kegiatan dengan total 58.843 peserta. 

Portal Baru Bongkar Dugaan Kebocoran Dana PIP, Warga Bisa Lapor Langsung ke Kejaksaan

Program tersebut melibatkan tiga komunitas relawan pendidikan digital, yakni Duta Teknologi, Komunitas Belajar.id, dan Komunitas Bergema.

“Dari cetak biru kini menjadi gerak nyata. Rumah Pendidikan terbukti membangun ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Yudhistira dalam keterangannya, Minggu 25 Januari 2026.

Indonesia Bersaing di WSIS 2026, Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Ajang PBB

Menteri Dikdasmen Prof Abdul Mu

Photo :
  • Istimewa

Dari sisi fitur, Rumah Pendidikan telah terintegrasi dengan lebih dari 950 aplikasi dalam delapan ruang layanan, yakni Ruang GTK, Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, Ruang Publik, dan Ruang Orang Tua.

Integrasi tersebut membuka akses pembelajaran bagi sekitar 51 juta murid serta 4 juta guru jenjang dasar dan menengah di seluruh Indonesia melalui materi interaktif, pustaka konten, serta sistem manajemen pendidikan digital.

Pada level nasional, platform ini meraih penghargaan Top Digital Awards 2025 pada 4 Desember 2025 sebagai platform ekosistem digital pendidikan terintegrasi.

Secara global, Rumah Pendidikan meraih dua medali perak pada International Customer Experience Awards (ICXA) 2025 di London, Inggris, serta masuk dalam Top 10 Global EdTech Prize di World Schools Summit 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Yudhistira menilai capaian tersebut menunjukkan transformasi digital pendidikan Indonesia telah memasuki fase strategis. 

Platform tersebut diharapkan menjadi infrastruktur digital yang memperluas akses pembelajaran berkualitas bagi siswa dan guru di berbagai wilayah.

Ia menambahkan, capaian tersebut didukung oleh arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Mu’ti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti, serta jajaran pimpinan kementerian.*