Ini Tim yang Bakal Juara Piala Dunia berdasarkan Prediksi AI
Cirebon, VIVA Techno – Vivanians, perdebatan soal siapa yang akan menjadi juara Piala Dunia 2026 terus memanas. Namun kali ini prediksi tidak datang dari mantan pemain atau pelatih legendaris, melainkan dari superkomputer milik Opta yang dikenal sebagai salah satu platform analisis sepak bola paling akurat di dunia.
Menjelang bergulirnya fase-fase krusial turnamen, Opta menjalankan sebanyak 25.000 simulasi untuk memetakan peluang seluruh peserta. Hasilnya cukup mengejutkan karena tim yang menempati posisi teratas bukanlah Argentina sang juara bertahan maupun Brasil yang memiliki sejarah panjang di ajang sepak bola terbesar dunia.
Berdasarkan simulasi tersebut, Spanyol muncul sebagai kandidat paling kuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Roja itu memperoleh peluang juara sebesar 16,1 persen, tertinggi dibanding negara peserta lainnya.
Di bawah Spanyol terdapat Prancis dengan peluang 13 persen. Sementara Inggris menempati posisi ketiga dengan angka 11,2 persen. Argentina yang diperkuat Lionel Messi berada di urutan berikutnya dengan peluang sekitar 10,4 persen untuk mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Menariknya, superkomputer juga memperkirakan bahwa peluang lahirnya juara baru masih sangat terbuka. Hampir 36 persen dari seluruh simulasi menunjukkan trofi bisa dimenangkan oleh negara yang belum pernah menjadi juara dunia sebelumnya.
Portugal menjadi salah satu tim nonjuara yang memiliki peluang cukup menjanjikan. Selain itu, Brasil dan Jerman masih masuk kelompok kandidat kuat meski persentase peluang mereka berada di bawah para unggulan utama.
Tak hanya memprediksi juara, Opta juga menghitung kemungkinan setiap tim melaju ke fase-fase penting turnamen. Spanyol menjadi satu-satunya negara yang memiliki peluang lebih dari 50 persen untuk mencapai perempat final berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan.
Di sisi lain, sejumlah negara tuan rumah seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tetap memiliki kesempatan membuat kejutan. Meski tidak masuk kategori favorit utama, faktor dukungan publik dan keuntungan bermain di kandang bisa menjadi pembeda selama turnamen berlangsung.
Prediksi berbasis kecerdasan buatan memang tidak selalu berakhir sesuai kenyataan. Namun hasil simulasi dalam jumlah besar seperti yang dilakukan Opta sering kali menjadi gambaran menarik mengenai kekuatan relatif setiap peserta berdasarkan performa, statistik, dan data pertandingan terbaru.