IHCBA 2025 Ungkap Perusahaan Paling Siap Hadapi Era AI dan Talenta Digital
- id.pinterest.com
VIVA - Sejumlah perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta nasional menerima penghargaan dalam ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025 yang digelar di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada organisasi dan individu yang dinilai berhasil melakukan transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital dan kecerdasan artifisial (AI).
Tahun ini, IHCBA mengusung tema “Human Capital Transformation in the AI Era: Future-Ready Organizations and Digital Talent Development.”
Ketua Penyelenggara IHCBA 2025, Sifa Rickewine, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat melalui penjaringan data sekunder, laporan keuangan, serta data publik perusahaan.
Dari sekitar 150 perusahaan yang diseleksi, sejumlah finalis dipilih untuk mengikuti proses penjurian.
“Tahun ini terdapat tujuh kategori penghargaan perusahaan, empat kategori individu, dan dua kategori penghargaan khusus. Seluruh proses penjurian dilakukan oleh para ahli di bidangnya,” ujar Sifa.
Ketua Dewan Juri IHCBA 2025, Ir. Priyantono Rudito, Ph.D, menilai AI memberikan dampak signifikan bagi bisnis dan pengelolaan SDM.
Kecerdasan Buatan
- id.pinterest.com
Menurutnya, perusahaan finalis merupakan organisasi yang mampu beradaptasi dengan tren global, melakukan transformasi human capital, serta mengembangkan talenta digital untuk kebutuhan masa depan.
“Perusahaan yang masuk finalis adalah perusahaan yang siap menghadapi tantangan era AI, baik dari sisi relevansi global, kesiapan organisasi masa depan, maupun pengembangan talenta digital,” kata Priyantono.
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), I Nyoman Adhiarna, menyatakan era AI menuntut ketersediaan SDM digital dalam jumlah besar.
Pemerintah, menurutnya, perlu bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan tenaga digital, termasuk di bidang kecerdasan artifisial.
Ia menegaskan Indonesia tidak boleh tertinggal dari negara lain dalam penguasaan teknologi AI.
“Kita jangan hanya menjadi pasar. Kita harus membangun platform sendiri dengan memanfaatkan data yang kita miliki,” ujarnya.
Kemkomdigi saat ini menjalankan program AI Talent Factory yang ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir untuk membangun model AI dasar dengan karakteristik lokal.
Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk memberikan pelatihan AI bagi masyarakat luas.