Kondisi Rumah Warga Bogor Ini Jadi Sorotan, Akhirnya Direnovasi

Rumahnya Tak Layak Huni di Bogor
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Kondisi rumah tak layak huni masih menjadi persoalan nyata di sejumlah wilayah pedesaan. Di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, sebuah rumah milik Ujang, buruh tani serabutan, akhirnya direnovasi melalui program bedah rumah yang difasilitasi Kepolisian Republik Indonesia.

img_title Program Wisata Religi Kapolri di Hari Bhayangkara ke-80 Berlanjut

Rumah yang sebelumnya berdinding rapuh dan minim perlindungan cuaca itu dinilai tidak memenuhi standar hunian layak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui kolaborasi dengan Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia, Polri menyalurkan bantuan renovasi agar rumah tersebut dapat ditempati dengan aman dan sehat.

img_title Komjen Karyoto Jadi Sorotan, Begini Rekam Jejaknya di Polri dan KPK

Ujang, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak tetap, mengaku selama bertahun-tahun tinggal seorang diri dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. 

Program bedah rumah ini menjadi bantuan pertama yang ia terima untuk memperbaiki tempat tinggalnya secara menyeluruh.

img_title Tak Lagi Sekadar Blokir Situs, Ini Strategi Baru Pemerintah Lawan Judi Online

“Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Rumah sekarang lebih layak dan aman untuk ditinggali,” ujar Ujang, Jumat 19 Desember 2025.

Warga sekitar menyebut kondisi Ujang memang membutuhkan perhatian. Selain hidup sebatang kara, ia juga kerap mengalami gangguan kesehatan sehingga sulit memperbaiki rumahnya secara mandiri.

“Selama ini Pak Ujang tinggal sendiri dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Program ini benar-benar membantu dan dirasakan langsung manfaatnya,” kata Dede Irawan, warga Desa Sukamakmur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program bedah rumah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya hunian layak, di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi warga pedesaan.

Langkah ini dinilai warga sebagai bentuk intervensi konkret yang berdampak langsung, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum tersentuh program renovasi rumah dari jalur lain.