Sudah 5 Kali Ditolak, Rumah Guru Ngaji di Palembang Ini Akhirnya Dibedah

Bedah Rumah Polri
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Program bedah rumah yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membawa harapan baru bagi seorang guru ngaji di Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

img_title Kuliah Umum Web3 di Samarinda Hadirkan Pakar Industri Kripto

Ahmad Zaini (75), warga Jalan Sentosa Lorong Nasional 4 RT 45 RW 16, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, akhirnya mendapatkan bantuan renovasi rumah yang telah lama ia perjuangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses bedah rumah mulai dilakukan pada Selasa, 1 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial Polri dengan tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

img_title Bongkar Setup Trading Otomatis: Cara Pantau Ribuan Aset Kripto dalam Hitungan Detik

Ahmad Zaini mengaku terharu karena impiannya untuk memiliki rumah layak huni akhirnya terwujud setelah menunggu selama lima tahun. 

Sebelumnya, ia telah beberapa kali mengajukan bantuan bedah rumah kepada pemerintah daerah sejak 2020 hingga 2025, namun belum mendapat realisasi.

img_title 3 Syarat Mutlak Agar Uang di Bank Dijamin Sepenuhnya oleh LPS

Proses Cepat dan Tanpa Hambatan

Menurut Ahmad Zaini, proses bantuan dari program bedah rumah berjalan cepat. Setelah survei dilakukan pada pekan sebelumnya, proses pembongkaran rumah langsung dimulai beberapa hari kemudian.

“Saya tidak menyangka prosesnya cepat sekali. Minggu lalu survei, lalu minggu ini langsung dikerjakan. Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri atas bantuan ini,” ujar Ahmad Zaini dalam keterangannya.

Rumah yang selama ini ditempati Ahmad Zaini bersama keluarganya diketahui sudah dalam kondisi tidak layak huni dan dikhawatirkan roboh. Dengan dimulainya pembangunan rumah baru, ia berharap dapat kembali mengajar mengaji dengan lebih nyaman dan aman.

Istri Ahmad Zaini Mengidap Penyakit Ginjal

Selain menghadapi kondisi rumah yang memprihatinkan, Ahmad Zaini juga harus mendampingi istrinya yang menderita penyakit ginjal. Sang istri diketahui menjalani cuci darah dua kali setiap pekan atau sekitar delapan kali dalam sebulan selama enam tahun terakhir.

Ahmad Zaini menilai bantuan yang diterimanya menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mungkin ini berkat doa dan kesabaran kami selama ini. Kami sangat berterima kasih karena masih ada perhatian kepada masyarakat kecil seperti kami,” katanya.

Warga Kelurahan Plaju Ulu, Rahmadi Baginda Siregar, membenarkan bahwa pengajuan bantuan bedah rumah untuk Ahmad Zaini telah dilakukan berulang kali melalui pihak RT dan kelurahan.

Halaman Selanjutnya
img_title