Guru PAUD 17 Tahun Mengabdi Akhirnya Bisa Umrah

Ibadah Umrah
Sumber :
  • Pinterest

VIVA - Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Dewi Mentari (37), mengaku terharu setelah mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah melalui program wisata religi yang diselenggarakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Dari Reseller ke Bisnis Top Up Game 24 Jam, Ini Strategi Ekspansi Bossdiamond

Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1989, itu telah mengabdikan diri di dunia pendidikan anak usia dini selama sekitar 17 tahun. Sejak 2009, ia aktif mengajar di kelompok bermain (playgroup) dan mengaku tidak pernah membayangkan bisa melihat Ka'bah secara langsung.

"Haru, serasa mimpi, pokoknya speechless," ujar Dewi saat menceritakan pengalamannya.

Jalan Banjarwangi Kembali Viral, Usai Batal Diperbaiku

Program umrah tersebut berlangsung pada 21–30 Juni 2026 dan disebut sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digagas oleh Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia.

Dewi mengatakan momen pertama kali menyaksikan Ka'bah menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan.

Nama Rimawan Pradiptyo Dicatut dalam Isu Vendor 5G, Begini Bantahannya

"Alhamdulillah ya Allah. Semoga menjadi berkah dunia dan akhirat. Saat pertama kali melihat Ka'bah, badan saya bergetar," tuturnya.

Dewi yang berdomisili di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut dan berharap pengalaman itu menjadi penyemangat untuk terus mengabdi sebagai tenaga pendidik.

Guru TKA-TPA Dijadwalkan Berangkat pada Agustus 2026

Ketua Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia, Zandre Badak, mengatakan rangkaian program wisata religi masih akan berlanjut.

Menurut dia, pemberangkatan berikutnya dijadwalkan pada 21 Agustus 2026 dan akan diperuntukkan bagi guru TKA-TP Al-Qur'an, bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kalender Hijriah.

"Pada 21 Agustus nanti akan diberangkatkan guru TKA-TP Al-Qur'an sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80," kata Zandre.

Selain program umrah, Zandre menyebut pihaknya juga menyalurkan bantuan kepada guru ngaji di Palembang.

Ia mengatakan seorang guru ngaji bernama Ustaz Zaini (75) menerima bantuan karena rumah yang ditempatinya dinilai sudah tidak layak huni dan dikhawatirkan membahayakan anak-anak yang belajar mengaji.

Zandre juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pembangunan Musala Presisi yang disebut mendapat dukungan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Selain itu, ia menyinggung sejumlah program sosial lain yang dikaitkan dengan kepedulian terhadap masyarakat, termasuk fasilitasi bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui program Desk Ketenagakerjaan Polri.*