Kampus Kolaborasi ITB dan Sinar Mas Ini Tancap Gas Menuju Research University
VIVA - Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB) di Kota Deltamas, Kabupaten Bekasi, mulai mempercepat transformasi besar di sektor pendidikan tinggi swasta.
Kampus hasil kolaborasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Sinar Mas itu menargetkan diri berkembang menjadi research university sekaligus menaungi hingga 2.500 mahasiswa pada akhir 2026.
Rektor ITSB, Carmadi Machbub, mengatakan peningkatan kualitas akademik menjadi prioritas utama kampus dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu fokus utama yang kini terus dikejar adalah peningkatan status akreditasi.
Menurut Carmadi, nama besar institusi pendiri belum cukup untuk menjadikan ITSB sebagai perguruan tinggi pilihan utama masyarakat. Publik dinilai membutuhkan ukuran yang lebih konkret untuk menilai kualitas pembelajaran di kampus.
“Akreditasi memang bukan satu-satunya tolok ukur, tetapi itu menjadi acuan yang paling dipahami masyarakat. Karena itu kami harus mengejar peningkatan akreditasi,” ujar Carmadi.
ITSB juga telah melakukan penyesuaian statuta sejak tahun lalu untuk memperluas visi kampus. Jika sebelumnya hanya berfokus pada sains dan teknologi, kini ITSB mulai mengembangkan arah baru sebagai perguruan tinggi di bidang sains, teknologi, dan bisnis.
Program Magister dan Doktor Jadi Langkah Awal
Transformasi menuju research university dirancang berlangsung dalam jangka panjang, sekitar 15 hingga 20 tahun ke depan. Salah satu langkah awal yang disiapkan ialah pembukaan program magister dan doktor.
Manajemen kampus menilai penguatan tradisi riset menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta di tengah kompetisi pendidikan tinggi nasional.
Selain memperkuat akademik, ITSB juga mulai mengoptimalkan promosi digital untuk memperluas jangkauan calon mahasiswa dari berbagai daerah.
Strategi TikTok Mahasiswa Efektif Tarik Peminat
ITSB memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari strategi promosi kampus. Mahasiswa diajak aktif memperkenalkan kehidupan kampus melalui akun pribadi mereka. Strategi tersebut terbukti efektif menjangkau calon mahasiswa di luar Kabupaten Bekasi.
Salah satunya dialami Keisha Leotta, mahasiswi semester dua Program Studi Diploma 4 Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas asal Surabaya.
Keisha mengaku tertarik masuk ITSB setelah melihat siaran langsung TikTok milik mahasiswa senior. Ketertarikan itu bahkan membuatnya mengubah rencana studi sebelumnya.