PNM Mekaar Stimulus Konsumsi Rumah Tangga Tembus Rp7,13 Triliun
- Istimewa
VIVA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat sebanyak 2,35 juta nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) berhasil naik kelas menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi hingga 2025.
Capaian tersebut disebut menjadi bukti dampak pembiayaan yang disertai pemberdayaan bagi perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia.
Sebagai lembaga pemberdayaan perempuan, PNM terus memperluas akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga peningkatan kapasitas bagi masyarakat prasejahtera.
Melalui program PNM Mekaar, perusahaan tidak hanya menyalurkan modal usaha, tetapi juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan.
Hingga Juni 2026, PNM telah melayani 23,3 juta nasabah dari kelompok masyarakat subsisten yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.
Penelitian Ungkap Pendapatan Nasabah Meningkat
Berdasarkan penelitian INDEKSTAT pada 2025, pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat rata-rata sebesar Rp875.738 per bulan. Selain itu, indeks kemampuan pengembangan usaha juga mengalami kenaikan sebesar 28,73 persen, dari kategori rendah menjadi kategori sedang.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa program pembiayaan yang dibarengi pendampingan memiliki pengaruh terhadap kemampuan usaha nasabah dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya.
Tidak hanya itu, penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) turut mencatat adanya peningkatan konsumsi rumah tangga hingga Rp7,13 triliun sampai 2025 sebagai dampak ekonomi dari program tersebut.
PNM menyebut program Mekaar memberikan efek berlapis, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga hingga terbukanya akses masyarakat terhadap sistem keuangan yang lebih luas.
Pendampingan Jadi Pembeda PNM
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan keberhasilan program Mekaar tidak hanya berasal dari pembiayaan usaha, tetapi juga dari pendekatan pemberdayaan yang dilakukan secara konsisten.
Menurut dia, PNM memberikan pelatihan dan pendampingan kepada nasabah agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“PNM membantu bukan saja dalam hal pembiayaan usaha, tapi juga mendampingi nasabah dalam bentuk pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building. Kami ingin memastikan setiap nasabah mendapatkan kesempatan berkembang dan mampu naik kelas,” kata Kindaris dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut menjadi pembeda antara PNM dan lembaga pembiayaan lainnya karena tidak hanya berfokus pada penyaluran modal, tetapi juga penguatan modal sosial dan intelektual nasabah.