Pertemuan Prabowo dan Kadin di Istana Hasilkan Sejumlah Arahan Strategis
- Istimewa
VIVA - Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia beserta para Ketua Umum Kadin dari 38 provinsi di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Pertemuan tersebut membahas sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun dinamika geopolitik global.
Agenda tersebut menjadi forum koordinasi antara pemerintah pusat dan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung sejumlah program strategis nasional.
Selain membahas target pertumbuhan ekonomi, pertemuan juga menyoroti penguatan ekonomi daerah, investasi, hingga hilirisasi industri.
Prabowo Soroti Target Pertumbuhan Ekonomi dan Peran Dunia Usaha
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Menurut Presiden, target tersebut memerlukan keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha yang berada di bawah koordinasi Kadin di tingkat pusat maupun daerah.
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat daya saing ekonomi daerah. Pembahasan bersama para pimpinan Kadin dari 38 provinsi diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di masing-masing wilayah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah yang membutuhkan dukungan dari kalangan dunia usaha.
Program tersebut meliputi upaya mewujudkan swasembada pangan, penguatan ketahanan energi, percepatan hilirisasi industri, serta peningkatan investasi di berbagai sektor.
Selain agenda pembangunan ekonomi, Presiden turut menyinggung pentingnya koordinasi menghadapi perubahan kondisi ekonomi global dan dinamika geopolitik yang dinilai dapat memengaruhi aktivitas investasi maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Kadin Jawa Barat Soroti Pentingnya Penguatan Ekonomi Daerah
Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, yang hadir dalam pertemuan tersebut menilai forum di Istana Negara menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurut Almer, kolaborasi yang dibangun dapat memberikan kontribusi terhadap upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Ia mengatakan salah satu poin yang menjadi perhatian dalam arahan Presiden adalah pentingnya memperkuat ekonomi daerah sebagai bagian dari strategi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.