BNPT Monitor Eks Napiter Panen Hasil Usaha Lele hingga Domba di Subang
- Istimewa
VIVA – Program deradikalisasi tidak berhenti pada pembinaan ideologi. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Densus 88 Antiteror Polri, serta PT Sang Hyang Seri (SHS) melanjutkan pendampingan melalui pemberdayaan ekonomi bagi Mitra Deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme.
Hasil program tersebut ditunjukkan melalui kegiatan panen hasil budidaya di kawasan Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat, 31 Juli 2026.
Program itu memperlihatkan pengembangan usaha pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial setelah peserta menyelesaikan pembinaan.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu tahapan lanjutan dalam program deradikalisasi agar para mantan narapidana terorisme memiliki kemampuan membangun kehidupan yang mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.
Menurut Eddy, pengembangan kewirausahaan dilakukan sebagai bagian dari reintegrasi sosial sehingga peserta program memiliki kesempatan memperoleh penghasilan sekaligus beradaptasi kembali dengan lingkungan sosial.
Kolaborasi Lintas Lembaga Dorong Kemandirian Ekonomi
BNPT menjalankan program tersebut bersama Kemenimipas, Densus 88 Antiteror Polri, dan PT Sang Hyang Seri melalui pendampingan berkelanjutan sejak masa pembinaan hingga peserta kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan kawasan Sukamandi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi pembinaan berbasis produktivitas.
Kawasan dengan luas sekitar 3.200 hektare itu dinilai dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan kerja maupun konsep lapas terbuka yang mendukung pembinaan keterampilan sekaligus sektor pangan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho menjelaskan pengembangan dilakukan menggunakan konsep circular farming, yakni sistem yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem usaha.
Melalui pendekatan tersebut, peserta program memperoleh pelatihan teknis sekaligus kesempatan mengembangkan sumber pendapatan secara berkelanjutan.
Peserta Program Rasakan Dampak Langsung
Salah seorang Mitra Deradikalisasi, Didin Kamaludin, mengaku usahanya berkembang setelah mengikuti pendampingan selama sekitar empat tahun.
Awalnya ia hanya membudidayakan padi, kemudian memperluas kegiatan usaha ke peternakan domba dan budidaya ikan lele.
Didin mengatakan hasil usaha tersebut membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Selain memperoleh pendampingan teknis dalam pengelolaan usaha, ia juga mendapatkan dukungan selama menjalani proses reintegrasi sosial.