Eks Karyawan Restoran yang Kini Bangun Bisnis Rental Mobil di Surabaya
VIVA - Perjalanan membangun usaha dari nol menjadi pengalaman yang dibagikan oleh pengusaha muda asal Sumenep, Jawa Timur, A Musayan Efendi atau yang dikenal dengan nama King Musa.
Ia mengisahkan bagaimana awal kariernya dimulai sebagai perantau sebelum akhirnya mengembangkan sejumlah usaha di Surabaya. Pria kelahiran 26 Juni 1998 itu mengatakan dirinya meninggalkan kampung halaman untuk mencari peluang kerja di Kota Surabaya.
Pada masa awal merantau, ia bekerja sebagai karyawan di salah satu cabang restoran sambil mempelajari berbagai peluang usaha. Menurut King Musa, pandemi COVID-19 menjadi titik awal dirinya mencoba berbagai aktivitas di ranah digital.
Ia memanfaatkan platform media sosial, YouTube, hingga kerja sama promosi untuk memperoleh tambahan penghasilan. Modal yang berhasil dikumpulkan kemudian digunakan untuk mengembangkan usaha dan melakukan investasi di sejumlah sektor.
Selain itu, ia juga membangun bisnis rental mobil yang hingga kini masih menjadi salah satu kegiatan usahanya. Dalam keterangannya, King Musa menyebut aktivitas investasinya dilakukan di sejumlah perusahaan yang berada di Surabaya.
Namun, besaran nilai investasi maupun kinerja bisnis tersebut tidak disertai dokumen yang dapat diverifikasi secara independen.
Mengaku Menyisihkan Pendapatan untuk Kegiatan Sosial
Selain menjalankan bisnis, King Musa mengatakan dirinya rutin menyisihkan sebagian pendapatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bentuk bantuan tersebut, menurutnya, berupa penyaluran sembako, santunan, hingga bantuan kepada keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.
Ia juga mengaku ikut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan ketika terjadi bencana alam di sejumlah daerah sebagai bentuk kepedulian sosial.
"Bagi saya, tidak ada artinya memiliki banyak uang jika tidak bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Karena itu saya selalu berusaha menyisihkan sebagian rezeki setiap bulan untuk membantu fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan," kata King Musa.
King Musa mengatakan sebagian besar waktunya saat ini digunakan untuk mengembangkan berbagai usaha yang dijalankannya. Menurutnya, fokus terhadap pekerjaan membuat dirinya memilih menunda sejumlah rencana pribadi.
Ia menilai membangun usaha membutuhkan proses panjang, konsistensi, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan.