Danantara Cuan? Deretan BUMN Ini Mendadak Cetak Laba Fantastis
VIVA - Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat lonjakan laba sepanjang tahun buku 2025 hingga April 2026. Kinerja positif itu dinilai menjadi indikator bahwa transformasi yang dijalankan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkan hasil nyata.
Peningkatan performa perusahaan pelat merah tersebut terjadi di tengah upaya restrukturisasi, penguatan tata kelola, serta transformasi bisnis yang dijalankan Danantara di bawah kepemimpinan CEO Danantara, Rosan P. Roeslani.
Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, Rusdi Ali Hanafia, menilai capaian tersebut menunjukkan arah pengelolaan investasi negara yang semakin profesional dan terukur.
“Kami melihat Danantara di bawah kepemimpinan Bapak Rosan P. Roeslani telah menunjukkan arah yang jelas dalam memperkuat investasi nasional dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Ini patut diapresiasi karena hasilnya mulai terlihat nyata,” ujar Rusdi dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut Rusdi, lonjakan laba sejumlah BUMN menjadi bukti bahwa transformasi kelembagaan dan efisiensi bisnis berjalan efektif. Ia menilai pengelolaan aset negara kini lebih berorientasi pada penciptaan nilai tambah dan keberlanjutan bisnis.
Daftar BUMN yang Mencatat Kenaikan Laba
Berdasarkan data kinerja April 2025 hingga April 2026, sejumlah perusahaan BUMN membukukan kenaikan laba signifikan. Pertamina mencatat kenaikan laba sebesar Rp11 triliun menjadi Rp24,9 triliun atau tumbuh 80 persen.
Sementara MIND ID membukukan laba Rp14,1 triliun atau naik 31 persen. Pupuk Indonesia juga mencatat lonjakan laba hingga 202 persen menjadi Rp4,8 triliun. Dari sektor perbankan, Bank Rakyat Indonesia mencatat laba Rp21,2 triliun atau tumbuh 15 persen.
Bank Mandiri meraih laba Rp21,3 triliun atau naik 13 persen, sedangkan Bank BTN mencatat pertumbuhan laba tertinggi mencapai 1.339 persen menjadi Rp1,4 triliun.
Kinerja positif juga dicatat Pegadaian dengan laba Rp4,3 triliun atau tumbuh 87 persen serta Pelindo yang membukukan kenaikan laba 169 persen menjadi Rp1,5 triliun.
Sejumlah BUMN Berhasil Bangkit dari Kerugian
Beberapa perusahaan BUMN juga berhasil berbalik dari posisi rugi menjadi untung setelah menjalani restrukturisasi dan dukungan transformasi bisnis.
Krakatau Steel mencatat laba Rp635 miliar setelah sebelumnya rugi Rp981 miliar. Kimia Farma juga membukukan laba Rp108 miliar setelah sebelumnya merugi Rp160 miliar.