Pemilik Mobil Bensin Syok! Segini Beda Ongkos Jalan Pakai EV di 2026
- id.pinterest.com
VIVATechno – Memasuki semester kedua tahun 2026, perdebatan mengenai efisiensi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) versus mobil konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) kian memanas di kalangan konsumen Indonesia.
Banyak calon pembeli mempertanyakan apakah klaim efisiensi EV benar-benar terbukti saat digunakan sehari-hari atau sekadar strategi pemasaran.
Berdasarkan data komparasi komprehensif dari industri otomotif per Juli 2026, mobil listrik terbukti memangkas ongkos jalan dan perawatan berkala hingga lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin.
Komponen mesin yang lebih sedikit serta harga daya listrik yang stabil menjadi pemicu utama perbedaan pengeluaran yang signifikan ini.
Menghitung Efisiensi Biaya Energi per Kilometer
Perbedaan paling mencolok yang dirasakan pemilik kendaraan di jalan raya adalah pengeluaran untuk bahan bakar. Mengutip simulasinya, biaya konsumsi energi untuk mobil listrik hanya berkisar antara Rp188 hingga Rp250 per kilometer.
Sebagai gambaran nyata, pengisian daya penuh untuk menempuh jarak sekitar 300 hingga 400 kilometer hanya membutuhkan biaya sekitar Rp60.000 hingga Rp80.000 menggunakan instalasi rumah. Kondisi ini berbanding terbalik dengan mobil bensin sekelasnya.
Dengan fluktuasi harga BBM nonsubsidi di tahun 2026, mobil konvensional membutuhkan biaya operasional berkisar Rp1.000 hingga Rp2.400 per kilometer tergantung pada tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan.
Artinya, untuk menempuh jarak harian yang sama, pemilik mobil bensin harus merogoh kocek hingga 3-4 kali lipat lebih dalam daripada pemilik EV.
Untuk perhitungan jarak jauh, laporan perjalanan menunjukkan bahwa rute pulang-pergi Jakarta-Surabaya menggunakan mobil bensin membutuhkan biaya energi minimal Rp2 juta.
Sementara itu, mobil listrik yang memanfaatkan jaringan Fast Charging SPKLU hanya menghabiskan biaya total sekitar Rp700.000 hingga Rp900.000.
Perbandingan Ongkos Servis Rutin Berkala
Bukan hanya irit di sektor pengisian daya, struktur mekanis EV yang minim komponen bergerak juga memengaruhi ongkos perawatan berkala secara drastis.
Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter oli, busi, maupun cairan transmisi kompleks yang selama ini menjadi agenda wajib bengkel mobil konvensional.
Biaya Perawatan Mobil Listrik
Rata-rata pemilik EV hanya mengeluarkan ongkos perawatan rutin berkisar Rp1 juta hingga Rp3 juta per tahun. Fokus utama servis berkala EV meliputi pemeriksaan kesehatan baterai (State of Health), penggantian coolant inverter, dan pengecekan motor listrik.