Gerai Alfamart Jadi Bioskop Mini? Layar Digi Targetkan 50 Kota Mulai 2026

Micro Cinema Layar Digi
Sumber :
  • Istimewa

VIVATechno - Akses masyarakat Indonesia terhadap hiburan layar lebar masih timpang. Data terbaru menunjukkan hanya sekitar 21,7 persen penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop, sementara wilayah luar pusat kota masih minim fasilitas tontonan berkualitas. 

Pendampingan PNM Diklaim Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga

Menjawab kesenjangan tersebut, platform hiburan digital Layar Digi menjalin kemitraan strategis dengan jaringan ritel nasional Alfamart untuk menghadirkan konsep Micro Cinema langsung di gerai komunitas.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang memungkinkan pemanfaatan ruang strategis di lantai dua sejumlah gerai Alfamart sebagai titik pemutaran layar digital skala kecil. 

PosAja UMKM Meluncur di Android, Buka Toko Online dengan Pengiriman Lebih Cepat

Melalui konsep layar tancap modern berbasis teknologi digital, masyarakat dapat menikmati film, konten edukasi, promosi UMKM, hingga karya kreatif lokal tanpa harus mengandalkan bioskop besar atau layanan streaming berbayar.

CEO Layar Digi, Victor Timothy, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses hiburan yang lebih merata. Menurutnya, hiburan tidak boleh menjadi layanan eksklusif yang hanya tersedia di kota besar.

UMKM Bandung dan Cirebon Dapat Pendampingan Digital, Stimulus Skill Tools AI

Sementara itu, Presiden Direktur Alfamart Hans Prawira menyebut transformasi gerai menjadi ruang hiburan komunitas sebagai langkah untuk memperkuat fungsi sosial ritel modern. 

Selain menjadi tempat belanja, gerai diharapkan menjadi ruang interaksi, edukasi, dan hiburan keluarga.

Micro Cinema Layar Digi

Photo :
  • Istimewa

Lokasi Perdana dan Target Ekspansi Nasional

Fase awal implementasi akan dimulai di Gerai Alfamart Agricola, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, yang direncanakan beroperasi pada Maret 2026 sebagai lokasi showcase pertama. 

Setelah fase uji coba, ekspansi ditargetkan menjangkau 50 kota strategis dengan proyeksi lebih dari 500.000 penonton langsung pada tahap awal pengembangan.

Model distribusi hiburan berbasis komunitas ini dinilai membuka peluang baru bagi sineas lokal untuk memperluas jangkauan karya. 

Selain itu, UMKM dan brand dapat memanfaatkan layar komunitas sebagai media promosi visual, sementara institusi pendidikan berpotensi menggunakannya sebagai sarana pembelajaran interaktif.

Dampak Ekonomi Kreatif dan Tren Hiburan Alternatif

Tren hiburan alternatif berbasis komunitas mulai berkembang seiring perubahan perilaku konsumsi konten masyarakat Indonesia. 

Model Micro Cinema dianggap relevan karena mengoptimalkan ruang terbatas dengan biaya operasional lebih rendah dibanding bioskop konvensional, namun tetap menghadirkan pengalaman audio visual layar lebar.

Halaman Selanjutnya
img_title