Terobosan Sekolah Rakyat : AI Bisa Deteksi Potensi Anak Sejak Dini!
VIVATechno – Sekolah Rakyat rintisan di Indonesia mulai menerapkan Tes Talent DNA berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan potensi siswa secara objektif dan terukur.
Penerapan ini diumumkan dalam acara peresmian Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin 12 Januari 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa pendekatan berbasis AI menjadi solusi karena Sekolah Rakyat tidak menggelar tes akademik.
Dengan Tes Talent DNA, pemetaan potensi siswa dapat dilakukan secara komprehensif. Data dari hampir 16 ribu siswa yang mengikuti tes menunjukkan variasi potensi yang signifikan.
“Karena tidak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, maka kami melakukan Tes DNA Talent berbasis teknologi artificial intelligence (AI) untuk memetakan potensi siswa. Untuk pertama kali ini, kami berterima kasih kepada Pak Ary Ginanjar yang telah mendukung dan menyediakan Tes DNA Talent,” ujar Gus Ipul, Selasa 13 Januari 2026.
Presiden Prabowo Subianto
- Istimewa
Sebanyak 34,3 persen (4.659 siswa) berpotensi di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). Sementara 54,2 persen (7.353 siswa) unggul di bidang sosial, dan 11,5 persen (1.560 siswa) menonjol di bidang bahasa.
Hasil pemetaan ini dianggap penting sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan, termasuk strategi pengajaran dan pendampingan siswa ke depan.
Tes Talent DNA dikembangkan dari konsep Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian dan telah bertransformasi ke ranah digital berbasis AI untuk meningkatkan akurasi pemetaan bakat, minat, dan kepribadian siswa.
Dengan pendekatan ini, proses belajar dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta didik.
Penerapan Talent DNA ESQ menjadi langkah pertama di seluruh unit Sekolah Rakyat di Indonesia, menghadirkan inovasi yang memadukan teknologi AI dengan pendidikan karakter.