Bencana Sumatera Memburuk, Danantara Gelontorkan Rp 72 Miliar!

Distribusi Bantuan Logistik Bencana Sumatera
Sumber :
  • Istimewa

 

Pendampingan PNM Diklaim Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga

 

VIVADanantara Indonesia bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) resmi mengumumkan penggalangan dana sebesar Rp 72 miliar untuk percepatan pemulihan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Yoga Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tren Baru Gaya Hidup Urban Makin Menguat

Dana tersebut dihimpun melalui berbagai inisiatif solidaritas Keluarga Besar BUMN dan publik.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa aksi ini mencerminkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat dan BUMN dalam situasi krisis.

PosAja UMKM Meluncur di Android, Buka Toko Online dengan Pengiriman Lebih Cepat


“Ini adalah kerja besar Keluarga Besar BUMN yang turut diperkuat dukungan masyarakat. Tugas kami memastikan seluruh bantuan tersalurkan akuntabel dan tepat sasaran,” ujarnya, Kamis 11 Desember 2025.

Dari total Rp72 miliar, Rp13 miliar merupakan hasil donasi melalui Konser Amal 100 Musisi Heal Sumatera yang digelar Minggu (7/12). Konser tersebut menjadi salah satu penggerak utama dukungan publik untuk pemulihan di tiga provinsi terdampak.

Rosan menjelaskan bahwa bantuan disalurkan dalam bentuk logistik darurat, makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, selimut, air bersih, tenaga kesehatan, hingga dukungan pemulihan jangka menengah berupa perbaikan fasilitas publik. 

Seluruh pendistribusian dilakukan melalui BUMN terkait dengan koordinasi pemerintah daerah.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan seluruh BUMN memiliki kewajiban moral untuk hadir dalam situasi darurat.


“BUMN adalah milik rakyat. Karena itu kami wajib hadir ketika masyarakat terkena bencana. Setiap BUMN kami minta memberikan dukungan maksimal sesuai kompetensi masing-masing,” katanya.

Dony menambahkan BP BUMN dan Danantara bertugas mengonsolidasikan laporan serta memastikan koordinasi antar-BUMN berjalan terukur dan efisien.
“Fokus utama adalah percepatan penyaluran bantuan, terkoordinasi, dan benar-benar dirasakan warga,” ucapnya.

Kerusakan parah akibat banjir bandang dan longsor membuat jaringan listrik di Aceh, Sumut, dan Sumbar terganggu. Rumah sakit, posko pengungsian dan fasilitas layanan publik sempat terputus dari suplai energi.

PLN bergerak cepat dengan memulihkan jaringan utama serta mengerahkan pasokan listrik darurat.

Mengirim genset 66.000 watt untuk RSUD Muda Sedia dan posko pengungsian di Aceh Tamiang. Menyalakan Tamiang Sport Center agar evakuasi dan distribusi logistik dapat berjalan.

Mengoperasikan genset 33.000 watt untuk PDAM memulihkan layanan air bersih. Mengirim genset 100.000 watt dari Banda Aceh untuk layanan pemerintahan.

Halaman Selanjutnya
img_title