Era Baru Konektivitas RI! Kabel Laut TGCS-2 Dikembangkan, Cloud Makin Ngebut

Ilustrasi Kabel Laut
Sumber :
  • Pinterest

VIVATechno - Indonesia melaju semakin agresif membangun infrastruktur digital nasional. PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS) resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk pengembangan jaringan kabel laut TGCS Phase 2 yang akan menghubungkan Jakarta–Manado, memperkuat konektivitas subsea antara wilayah barat dan timur Indonesia.

img_title AI di Smartwatch Bisa Kenali Gejala Awal Infeksi, Seberapa Akurat?

Sebagai backbone transmisi digital, TGCS (Trans Indonesia Global Connectivity System) sebelumnya telah menghubungkan rute strategis Jakarta–Batam melalui Phase 1. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proyek lanjutan ke Manado ini menjadi langkah besar dalam memperluas jalur interkoneksi DC-to-DC yang dibutuhkan oleh industri digital tanah air mulai dari layanan cloud, hyperscale, artificial intelligence, fintech, hingga platform digital layanan publik.

img_title Google Gemini 3.1 Pro Jadi Andalan AI Berbayar, Apa Bedanya?

Ledakan kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data di Jakarta, Batam, Surabaya, hingga munculnya potensi baru di Makassar dan Manado, membuat infrastruktur berkapasitas besar dengan latensi rendah menjadi kewajiban, bukan lagi wacana.

Ilustrasi Kabel Laut

Photo :
  • Pinterest

img_title Google Luncurkan Nano Banana 2 Lite, AI Baru yang Bisa Ubah Cara Bikin Konten

Jaringan subsea cable terbukti menjadi sistem transportasi data paling vital. 99% lalu lintas data dunia bergantung pada kabel bawah laut, sekaligus berperan sebagai proteksi ketika jaringan terrestrial mengalami gangguan.

Melalui pembangunan TGCS Phase 2, TIS menegaskan komitmennya membangun backbone telekomunikasi dengan ketahanan yang semakin kuat, jangkauan lebih luas, dan reliabilitas yang mampu mendukung percepatan transformasi digital di seluruh Nusantara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami ingin memastikan TIS tidak hanya mengikuti, tetapi memimpin pertumbuhan kebutuhan digital Indonesia,” tegas Revolin Simulsyah, Direktur Utama TIS.

Langkah strategis ini juga menempatkan Indonesia pada posisi krusial sebagai digital hub utama di kawasan Asia Pasifik, mengingat lalu lintas data lintas regional terus meningkat seiring perkembangan cloud computing, AI generatif, dan industri data global.**