Bencana Sumatera Memburuk, Danantara Gelontorkan Rp 72 Miliar!
- Istimewa
Menerbangkan genset 250 kVA seberat 3,6 ton ke RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, menggunakan helikopter setelah seluruh akses darat terputus. Intervensi cepat ini menjadi penopang utama layanan kesehatan dan aktivitas kritis di masa tanggap darurat.
Banjir menyebabkan perangkat telekomunikasi terendam, kabel backbone putus, dan puluhan ribu ONT pelanggan rusak. Ancaman terhadap koordinasi evakuasi menjadi sangat nyata.
Telkom mengaktifkan emergency recovery di tiga provinsi terdampak dan menetapkan wilayah prioritas seperti Kualasimpang, Langsa, Takengon, dan Sibolga.
Perbaikan jalur backbone dan pemasangan temporary fix. Pengoperasian perangkat kritis menggunakan genset portable. Pengerahan lebih dari 320 teknisi dari Aceh, Medan, Sumbar, Sumut, dan dukungan tim Jawa Kalimantan Sumsel Jakarta.
Stabilitas jaringan komunikasi menjadi kunci untuk mempercepat penyaluran bantuan dan komunikasi publik selama masa bencana.
Pertamina mengambil peran sentral dalam menjaga kestabilan energi dan logistik selama masa tanggap darurat. Pertamina menjamin pasokan BBM untuk alat berat, kendaraan evakuasi, dan operasional pos darurat.
Membuka distribusi ke wilayah yang terisolasi agar tidak terjadi kelangkaan energi. Menyalurkan 45.000 liter air bersih siap minum ke wilayah terdampak, termasuk Aceh Tamiang.
Air bersih ini sangat penting untuk kebutuhan kesehatan, dapur umum, sanitasi, serta pengungsi di lokasi-lokasi yang mengalami krisis suplai.
Danantara Indonesia dan BP BUMN memastikan koordinasi lintas-BUMN akan terus diperkuat selama masa pemulihan jangka pendek hingga jangka menengah.*