Jakarta Ecotourism Festival 2026 Edukasi Sampah dan Fauna Perkotaan
- Istimewa
VIVA – Jakarta Ecotourism Festival 2026 menghadirkan pengalaman belajar di luar ruang bagi puluhan siswa SMK Negeri 57 Ragunan, Jakarta Selatan.
Melalui rangkaian kegiatan di tiga lokasi berbeda, peserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan sampah, konsep ekonomi sirkular, serta pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta itu berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan melibatkan sejumlah lokasi edukasi lingkungan di Jakarta Barat.
Rangkaian festival dibuka di Taman Cattleya, Kemanggisan, Jakarta Barat. Sejak pagi, para peserta mengikuti berbagai aktivitas luar ruang yang dikemas dalam bentuk permainan kelompok.
Permainan tersebut dirancang untuk membangun kerja sama, komunikasi, dan interaksi antarpeserta sebelum memasuki sesi edukasi lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti berbagai tantangan secara berkelompok dalam suasana yang berlangsung aktif.
Setelah menyelesaikan sesi pembuka, peserta melanjutkan perjalanan menuju lokasi berikutnya untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung mengenai pengelolaan sampah.
Belajar Konsep 3R dan Mekanisme Bank Sampah
Lokasi kedua berada di Bank Sampah Bumi Lestari. Di tempat ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Pemateri menjelaskan bahwa sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya dapat disetorkan ke bank sampah. Material tersebut kemudian ditimbang, dicatat, dan memiliki nilai ekonomi sebelum diproses lebih lanjut melalui kegiatan daur ulang atau disalurkan kepada mitra pengolah.
Peserta juga melihat langsung proses pemilahan berbagai jenis material, mulai dari plastik, kertas, kardus hingga logam.
Sebelum memasuki area pengelolaan, seluruh peserta menggunakan sarung tangan dan masker sebagai bagian dari penerapan prosedur keselamatan kerja.
Melalui praktik lapangan tersebut, siswa memperoleh gambaran mengenai bagaimana pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari upaya pengurangan limbah sekaligus mendukung ekonomi sirkular.
Agenda kemudian dilanjutkan di kawasan Waduk Citra Garden, Jakarta Barat. Di lokasi ini peserta mengikuti sesi pengamatan mengenai satwa yang hidup di lingkungan perkotaan.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada fungsi ruang terbuka hijau dan kawasan perairan sebagai habitat berbagai jenis fauna sekaligus penunjang keseimbangan ekosistem kota.