Asmara, Diduga Motif Perundungan Siswi MTs di Garut.

Kepala Sekolah MTs Maripari, Saep Munawar
Sumber :
  • 1

Techno –Korban perundungan sejumlah pelajar SMA di Kecamatan Sukawening Garut, masing-masing berinisial NA dan NH tercatat sebagai siswi kelas sembilan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maripari Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut. Pihak sekolah buka suara atas kasus tersebut, berdasarkan informasi bahwa para pelaku perundungan merupakan siswi SMA diluar Maripari dan ada pelaku yang tidak sekolah.

Kondisi Korban Perundungan Sesama Pelajar Babak Belur Usai Ditampar, Dijambak, Dicekik dan Diinjak

Kepala Sekolah MTs Maripari, Saep Munawar mengatakan bahwa dipastikan korban perundungan, berjumlah dua orang (NA dan NH).

" Korbannya ada dua orang dari MTs Maripari, pelakunya atau dengan istilah Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dari SMA diluar Maripari dan ada juga yang tidak sekolah jumlahnya ada 5 orang, " ujarnya, Rabu 9 September 2026.

Polisi Dalami Kasus Perundungan Siswi SMP di Garut, Pelaku Diduga Sesama Pelajar

Menurut Saep, peristiwa perundungan siswi tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah dan luar jam belajar, kendati korban saat perundungan terjadi masih mengenakan seragam lengkap.

" Jadi memang kejadiannya diluar lingkungan sekolah, saat pulang sekolah, " ungkapmya.

Viral Seorang Siswi SMP di Garut, Menjadi Korban Bulllying

Sementara itu motif versi teman korban NA, bahwa perundungan siswi MTs diduga berlatar belakang asmara. Hubungan asmara salah satu pelaku perundungan siswi MTs tersebut kandas, dan berpaling ke teman korban NA.

" Nah katanya mantan kekasih salah satu pelaku, naksir kepada teman NA, buka kepada korban NA " ucap Saep.

Posisi korban NA (korban paling parah) ketika perundungan dan kekerasan fisik terjadi tengah mengantar temannya untuk mengklarifikasi persoalan asmara tersebut. Akan tetapi apesnya NA lah yang jadi babak belur dianiaya oleh para pejalar SMA itu.

" Karena mereka saling kenal, NA bermaksud mengantar temannya mengklarifikasi persoalan asmara, tetapi justru NA ini yang paling parah dianiaya para pelajar, " kata Saep.

Adapun korban pada hari Rabu ini tidak masuk kelas karena kondisinya masih sakit akibat penganiayaan. Pihak sekolah memberi kelonggaran agar siswinya itu dapat berobat dan memulihkan trauma pasca kejadian.

" Korban NA memang hari tidak masuk, karena masih sakit usai terjadi perundungan, " pungkasnya.