Lifting Minyak Turun Drastis, Apa yang Harus Dilakukan Pertamina?

Pertamina
Sumber :
  • Pinterest

VIVA – Pengamat energi menilai Pertamina perlu memperkuat langkah eksplorasi dan memperluas kemitraan global guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan transisi menuju energi rendah karbon.

Polres Garut dan PLN Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Liatrik Umum di Lingkungan Polres

Pandangan tersebut disampaikan pengamat migas Benny Lubiantara dalam diskusi bertajuk Peningkatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional Melalui Transformasi Strategis Pertamina.

Menurut Benny, penurunan produksi minyak nasional yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir menjadi salah satu tantangan utama sektor energi Indonesia. Ia menyebut produksi minyak Indonesia yang pada era 1990-an mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari kini berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

Pendampingan PNM Diklaim Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga

Di sisi lain, kebutuhan energi nasional terus meningkat sehingga Indonesia masih mengandalkan impor minyak dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Ketergantungan terhadap impor energi menjadi tantangan bagi ketahanan energi nasional. Karena itu diperlukan langkah yang dapat menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus mendukung agenda transisi energi,” kata Benny.

Yoga Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tren Baru Gaya Hidup Urban Makin Menguat

Produksi Lapangan Tua Jadi Tantangan

Benny menjelaskan sebagian besar lapangan migas di Indonesia saat ini telah memasuki fase mature fields atau lapangan tua yang secara alami mengalami penurunan produksi.

Menurutnya, upaya meningkatkan produksi dapat dilakukan melalui sejumlah strategi, antara lain eksplorasi wilayah baru, penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), serta pengembangan sumber daya migas nonkonvensional.

Ia menilai perusahaan energi nasional perlu terus beradaptasi dengan perubahan industri energi global yang semakin kompetitif. Selain penguatan sektor hulu, Benny juga menyoroti pentingnya kolaborasi internasional untuk mendukung pengembangan teknologi dan akses terhadap sumber daya energi.

Menurut dia, kemitraan strategis dengan perusahaan global dapat membuka peluang transfer teknologi, pengembangan proyek bersama, hingga perluasan akses terhadap sumber energi baru.

“Penguatan kemitraan global dapat menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan kapasitas perusahaan dalam menghadapi tantangan industri energi yang terus berkembang,” ujarnya.

Reformasi Regulasi Dinilai Penting

Dalam kesempatan yang sama, Benny juga menyoroti sejumlah faktor kebijakan yang dinilai berpengaruh terhadap iklim investasi energi di Indonesia.

Beberapa aspek yang disebut antara lain reformasi fiskal sektor migas, persaingan investasi global di tengah target Net Zero Emission (NZE), serta kemudahan berusaha bagi investor.

Halaman Selanjutnya
img_title