TalentDNA Dapat Lencana Emas di Hardiknas 2026, Ini Peran Besarnya untuk Pendidikan
- Istimewa
VIVA - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jawa Timur diwarnai penganugerahan Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya kepada Ary Ginanjar Agustian.
Penghargaan diberikan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa dalam upacara resmi di Gedung Negara Grahadi, Senin (4/5/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Hardiknas tahun ini menekankan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.
Ary Ginanjar menyatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi ESQ dalam pengembangan SDM berbasis talenta, teknologi, dan karakter.
Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup berfokus pada capaian akademik, tetapi harus menyentuh potensi individu secara menyeluruh.
“Penghargaan ini menjadi momentum memperkuat kontribusi kami dalam membangun SDM berbasis talenta dan teknologi serta karakter,” ujarnya.
Melalui platform TalentDNA, ESQ disebut telah mendukung pemetaan talenta secara luas di Jawa Timur. Program ini mencakup sekitar 4.400 kepala sekolah, 40.440 guru, serta lebih dari 404.400 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.
Menurut Ary, pemetaan tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis data yang presisi. Ia menilai pendekatan ini penting untuk menjawab kebutuhan masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.
“Ini adalah langkah strategis untuk memastikan setiap individu berkembang sesuai potensi terbaiknya,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa penghargaan Jer Basuki Mawa Beya menjadi simbol arah baru Jawa Timur sebagai pusat pengembangan talenta nasional. Ke depan, provinsi ini diharapkan mampu menjadi model penerapan manajemen talenta berbasis teknologi secara masif dan real time.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menyiapkan Jawa Timur sebagai lumbung talenta nasional. Menurutnya, kebutuhan akan SDM unggul akan terus meningkat di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, penegakan hukum, hingga dunia usaha global.
“Ke depan, kebutuhan talenta terbaik akan semakin besar, dan Jawa Timur harus mampu menjadi pemasok utama SDM berkualitas,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan dan sektor swasta dalam menciptakan SDM yang kompeten, berkarakter, dan berintegritas. Ia menilai kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, terutama dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.