Co-Living Jadi Senjata Baru Pos Properti, Tumbuh 18 persen
- Istimewa
VIVATechno – Di tengah tekanan sektor properti nasional akibat melemahnya daya beli dan tingginya biaya pendanaan, PT Pos Properti Indonesia justru mencatatkan kinerja positif pada awal 2026.
Perusahaan membukukan capaian signifikan di lini property leasing sepanjang dua bulan pertama, menandakan permintaan ruang komersial tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi.
Capaian ini menjadi indikator penting bahwa pasar tidak sepenuhnya stagnan.
Di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi, peningkatan aktivitas sewa ruang komersial menunjukkan adanya pergeseran strategi pelaku usaha yang mulai kembali ekspansi secara selektif.
Target Ambisius di Atas Rata-Rata Industri
Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia, Aldhita Prayudhiputra, menyatakan perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 18 persen sepanjang 2026.
Angka ini jauh melampaui proyeksi pertumbuhan industri properti yang diperkirakan hanya berada di kisaran 5,2 persen hingga 5,9 persen dalam lima tahun ke depan.
Menurutnya, peluang masih terbuka seiring dinamika ekonomi yang mendorong kebutuhan ruang komersial strategis.
“Kami melihat bukan krisis, tetapi peluang. Permintaan tetap ada, terutama di lokasi dengan traffic tinggi,” ujarnya.
Data internal perusahaan menunjukkan peningkatan inquiry sejak akhir 2025, dengan tren permintaan yang terus naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini sejalan dengan mulai pulihnya aktivitas bisnis pasca fase konsolidasi panjang.
Diversifikasi Bisnis Jadi Kunci Stabilitas
Strategi diversifikasi menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja. Saat ini, bisnis property leasing masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 50–60 persen terhadap total pendapatan.
Portofolio ini mencakup ruang ritel, perkantoran, hingga fasilitas komersial lain di berbagai lokasi strategis di Indonesia.
Segmen penyewa didominasi oleh ritel modern, F&B, jasa keuangan, serta layanan publik.
Keunggulan utama terletak pada pemanfaatan jaringan kantor pos milik PT Pos Indonesia Persero yang memiliki traffic alami tinggi, sehingga meningkatkan daya tarik bagi tenant.
Ekspansi Co-Living Sasar Generasi Urban
Selain bisnis inti, perusahaan mulai mengembangkan segmen co-living sebagai sumber pendapatan baru. Inisiatif ini memanfaatkan aset strategis yang sebelumnya belum optimal.
Dua lokasi telah beroperasi di kawasan Fatmawati dan Gandaria, Jakarta, dengan total 50 kamar. Kedua titik ini dipilih berdasarkan aksesibilitas tinggi dan kedekatan dengan pusat aktivitas ekonomi.