Starlink Masuk Sekolah 3T, Dampaknya Bikin Kaget Guru
- id.pinterest.com
VIVATechno - Digitalisasi pendidikan di Indonesia terus meluas, tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan seperti Jawa Barat dan Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Implementasi teknologi pendidikan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini mulai menunjukkan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan hasil akademik siswa, khususnya di wilayah terpencil seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perubahan ini menjadi penting karena membuka akses pendidikan yang lebih merata dan berpotensi mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah di Indonesia.
Akses Teknologi Dorong Kualitas Belajar Siswa di NTT
Salah satu contoh implementasi digitalisasi pendidikan terlihat di SMPN Wederok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, NTT.
Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Theobaldus Banafanu, mengungkapkan bahwa kehadiran Super Aplikasi Rumah Pendidikan, Papan Interaktif Digital (PID), serta akses internet berbasis satelit Starlink sejak awal 2026 telah meningkatkan semangat belajar 139 siswa di sekolah tersebut.
Menurutnya, keterbatasan bahan ajar sebelumnya menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran.
Kini, dengan dukungan teknologi digital, guru dapat mengakses berbagai materi visual secara langsung melalui internet. Hal ini memungkinkan siswa memahami materi pelajaran secara lebih konkret dan interaktif.
“Dulu buku ajar sangat terbatas. Sekarang dengan adanya Papan Interaktif Digital sejak Januari 2026, guru cukup mencari materi secara online dan langsung menampilkannya di kelas. Ini sangat memudahkan proses belajar mengajar,” ujarnya dalam wawancara.
Dampak dari transformasi ini mulai terlihat pada hasil evaluasi siswa. Rata-rata nilai ujian mingguan yang sebelumnya berada di kisaran 60 kini meningkat menjadi 75 hingga 80.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi mampu memperkuat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
Digital Native Percepat Adaptasi Teknologi
Keberhasilan digitalisasi pendidikan di wilayah 3T juga didukung oleh karakter siswa yang sudah akrab dengan teknologi digital.
Meski mayoritas berasal dari keluarga petani jagung, padi, dan kopra, sebagian besar siswa telah terbiasa menggunakan ponsel pintar dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor ini mempercepat proses adaptasi terhadap sistem pembelajaran berbasis digital.
Dengan pendekatan yang lebih visual dan interaktif, siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.